Jelang Derby Jatim, Bonek dan Aremania Sepakat Jaga Kedamaian dan Kamtibmas di Jawa Timur

by
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto Menggelar Audiensi dengan Perwakilan Bonek dan Aremania di Polda Jatim. FOTO: Mediahub Humas Polri

BERITABUANA.CO, SURABAYA– Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menggelar audiensi penting untuk menyatukan perwakilan suporter Aremania dan Bonek di Mapolda Jawa Timur pada Rabu (8/4/2026).

Pertemuan ini digelar untuk memastikan pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya dapat digelar dalam situasi yang aman dan damai. Derby Jatim itu sediri akan digelar pada 28 April 2026 mendatang.

Audiensi tersebut menjadi momen krusial dalam mempererat hubungan antar suporter sekaligus memperkuat tekad bersama dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut.

Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para suporter atas itikad baik dalam membangun komunikasi positif.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan suporter dalam rangka menjalin silaturahmi dengan Polda Jawa Timur. Kita semua berharap setiap pertandingan sepak bola di Jawa Timur ke depan dapat berjalan dengan suportif dan aman,” ujar Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto.

Kapolda juga menggarisbawahi pentingnya menghilangkan stigma negatif terhadap sepak bola dengan mengedepankan keamanan dan kenyamanan dalam menonton. Ia menegaskan komitmen untuk mengembangkan sepak bola yang lebih berorientasi pada pendekatan humanis pasca Tragedi Kanjuruhan.

Junjung Tinggi Sportivitas

Sebagai tindak lanjut, Polda Jawa Timur menyiapkan pengamanan dengan pendekatan yang humanis dan preventif agar potensi bentrokan antar suporter dapat dicegah.

“Saya tekankan kepada seluruh suporter agar menjunjung tinggi sportivitas dan tidak membawa rivalitas di luar lapanga,” tegas Nanang.

Menurut Kapolda, tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola harus ditunjang oleh penyelenggaraan yang profesional sehingga juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah ini.

Dalam pertemuan tersebut, Rafika selaku perwakilan Bonek Mania menyatakan kesiapan kelompoknya untuk turut menjaga ketentraman dan mendukung terciptanya suasana damai.

“Bonek Mania dan Aremania siap menjaga stabilitas kamtibmas di Jawa Timur. Kami sepakat tidak ada lagi rivalitas di luar lapangan,” katanya.

Komitmen senada datang dari perwakilan Aremania, Gozali. Ia menyatakan keinginan untuk bangkit dari trauma dan membangun sinergi yang positif.

“Aremania ingin bangkit dari trauma. Kami berkomitmen menjaga kondusivitas dan siap mengawal perjalanan tim Persebaya menuju Malang,” ucapnya.

Pertemuan ini menjadi simbol kuat tentang bagaimana rivalitas antar suporter bisa dialihkan menjadi energi positif demi kemajuan sepak bola Jawa Timur yang lebih aman, tertib, dan berkelas. (Tim)