Irjen Djoko Poerwanto, Salah Satu Kandidat “Pendekar Anti Rasuah”

by
Irjen Djoko Poerwanto. (Foto: Ist)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – lnspektur Jenderal Djoko Poerwanto, sosok pemimpin Polri yang egaliter, sederhana dan tanpa promosi berlebih. Padahal banyak prestasi yang ditorehkannya di bidang pemberantasan korupsi.

Julukan “Pendekar Anti Rasuah” pantas disematkan di pundak Djoko, karena lamanya lulusan Akpol 1989 ini bertugas di lingkungan KPK dan Tipikor Bareskrim Polri.

Predikat sederhana dan apa adanya bagi Djoko, walaupun sudah dua kali menjabat kapolda, pertama di NTB dan kini di Kapolda Kalimantan Selatan, Djoko tidak banyak berubah. Ia bahkan disebut “Kapolda Termiskin” di lndonesia.

Djoko yang lahir 7 November 1967 dalam laporan LHKPN ke KPK tahun 2023, hartanya sebesar Rp 926 juta. Djoko bahkan tak punya hutang sepeser pun. Hartanya itu terdiri tanah dan bangunan serta kendaraan berupa mobil dan motor.

Memang, sejak saya mengenal Djoko, saat menjabat Kapolsek Tambelang di Bekasi tahun 1994, Djoko perwira muda yang enerjik dan ramah. Apalagi sewaktu menjabat Wakasat Serse Polres Bekasi, ia sangat akrab dengan para wartawan.

Salah satu keberhasilan Djoko saat itu, waktu mengungkap kasus perkosaan keluarga Acan yang menghebohkan di Pondok Gede, Bekasi tahun 1995. Djoko yang masih berpangkat Lettu mendampingi Kasat Reserse Kapten Edward Syah Pernong. Keberhasilan ini membuat Kapten Edward Pernong dipromosi jadi Kasat Serse Polres Jakarta Pusat dan Djoko dipromosikan menggantikan Edward, menduduki Kasat Serse Polres Bekasi.

Setelah itu Djoko, lulusan 5 besar terbaik Akpol 1989, kemudian mengikuti pendidikan PTIK/ STIK. Setelah lulus Djoko ditugaskan di Polda Jambi. Ia yang menguasai bidang reserse pernah bertugas menjadi Kanit Tipikor di Polda Jambi dan terakhir Wakapolres Kerinci.

Selesai mengikuti Sespim, Djoko ditugaskan sebagai Kasubdit lll Tipidkor Polda Jateng dan kemudian dipromosikan menjadi salah satu penyidik di KPK. Selang beberapa tahun di KPK, Djoko dikembalikan ke Bareskrim dan menjadi Kasubdit Dittipidum dengan pangkat kombes.

Tahun 2018, Djoko dipromosikan jadi Wadir Tipidkor dan setahun kemudian menjadi Direktur Tipidkor Bareskrim Polri.

Akhir tahun 2021, Djoko dipromosi memimpin Polda Nusa Tenggara Timur. Setahun lebih memimpin “Propinsi Seribu Masjid” Oktober 2023 Djoko dimutasi sebagai Kapolda Kalimantan Tengah hingga kini.

Baru-baru ini Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Djoko Poerwanto beserta jajarannya menerima apresiasi dari Komisi III DPR RI atas kinerja dan inovasinya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Polda Kalteng dinilai berhasil dalam menciptakan dan menjaga keamanan di wilayah Kalteng, khususnya saat Pemilu serentak 14 Februari 2024 lalu.

“Kami mengapresiasi bapak kapolda dan jajarannya yang sudah menjaga situasi kamtibmas tetap aman sehingga Pileg dan Pilpres dapat berjalan aman, lancar dan kondusif,” ujar Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh di Kotawaringin Barat, awal bulan ini.

Apresiasi serupa disampaikan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran atas kinerja Polda Kalteng dalam mengungkap kasus kejahatan di wilayah Kalteng khususnya pengungkapan kasus pencurian di sekolah-sekolah.

Keberhasilan-keberhasilan yang dilakukan Djoko ini mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi panitia seleksi calon komisioner dan pengawas KPK serta DPR dalam menilai kinerja Djoko Poerwanto yang ditunjuk Polri bersama tiga perwira tinggi lainnya mengikuti proses seleksi mendatang.

Djoko yang dihubungi Beritabuana.Co, mengatakan mohon doanya.
“Bismillah masbro, Bantu doa nggih, Aamin Ya Robbal Aalamin Suwun,”jawabnya. (nicolas karundeng)