Usulan Naikan Tarif Wisman di Bali, Bamsoet: Dapat Berikan Kelonggaran Fiskal

by
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: BS)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Usulan menaikan pungutan tarif wisatawan mancanegara (Wisman) masuk ke Bali menjadi USD 50 atau sekitar Rp800 Ribu mendapat dukungan dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Dia berpandangan, jika kenaikan tarif pungutan masuk dapat memberikan kelonggaran fiskal pemerintah daerah Bali.

“Menilai pemerintah dapat menerima usulan menaikkan tarif masuk bagi wisatawan asing (wisman) ke Bali, menjadi USD 50 per orang, mengingat kenaikan pungutan tersebut, dimaksudkan untuk memberikan kelonggaran fiskal Pemda Bali,” kata pria yang akrab disapa Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (20/6/2024).

Selain itu juga, lanjut politisi Golkar itu, untuk memenuhi kebutuhan belanja daerah, disamping dapat membantu mengurangi over crowding atau over tourism yang sering terjadi di destinasi wisata populer seperti Bali. Ia pun meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Pemprov Bali untuk membahas sekaligus mengkaji usulan kenaikan tarif bagi wisman tersebut. Tujuannya, sambungnya, untuk melihat dampak positif maupun negatif dari kenaikan tarif tersebut.

“Sehingga dapat diperkirakan sebelumnya dan dijadikan bahan pertimbangan, mengingat Bali perlu memantau dampaknya secara hati-hati untuk memastikan industri pariwisata lokal tidak terdampak negatif,” paparnya lagi.

Oleh karena itu, Bamsoet mengatakan bila kebijakan kenaikan tarif bagi wisman masuk ke Bali ini benar diterapkan, maka pemerintah Bali harus mengelola untuk kepentingan pembangunan Pemrov Bali, termasuk untuk melakukan edukasi kepada wisatawan dan penegakan aturan yang konsisten.

“Hal Ini merupakan langkah penting untuk menjaga keindahan dan kelestarian Bali sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan dan berkualitas,” pungkas Bamsoet, yang juga mantan Ketua DPR RI tersebut. (Jal)