BERITABUANA.CO, JAKARTA – Rencana presiden terpilih Prabowo Subianto membentuk Presidential Club menuai respons dari beberapa kalangan. Salah satunya pengamat politik Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam ditemui awak media, di Jakarta, Senin (6/5/2024.
Umam menilai ada beberapa fungsi strategis pada Presidential Club itu. Seperti mulai dari fungsi penasihat informal presiden untuk merumuskan, tukar pendapat, nasihat, dan membahas isu-isu strategis terkait masalah politik-pemerintahan.
“Termasuk kebijakan publik,” kata Dosen sekaligus Managing Director Paramadina Public Policy Institute (PPPI) tersebut.
Umam berpendapat bahwa berkumpulnya para mantan presiden dalam Presidential Club bisa jadi penjaga tradisi dan integritas institusi kepresidenan.
“Klub presidensial dapat menjadi wadah di mana mereka dapat bekerja sama mempromosikan nilai-nilai dan standar tinggi terkait jabatan presiden,” jelasnya lagi.
Dengan demikian, lanjut Umam, secara general, lembaga itu bisa membantu menjaga kontinuitas, stabilitas, dan integritas lembaga kepresidenan.
“Khususnya dalam sistem politik di Tanah Air,” tutur Umam seraya menambahkan, lembaga seperti itu juga bisa mempromosikan kepentingan nasional dan internasional, baik melalui advokasi, kegiatan amal, atau inisiatif lain.
Lembaga itu, masih menurutnya, juga bisa mendorong kerja sama lintas partai, yang menjadi entitas kekuatan politik para mantan presiden, untuk memberikan nasihat-nasihat teknokratis kepada presiden yang tengah memerintah.
Sekadar informasi, wacana Presidential Club yang digelontorkan Prabowo akan berisi mantan Presiden dan Wapres yang masih hidup. Dengan begitu, Presiden kelima Megawati Soekarnoputri bakal satu forum dengan penerusnya, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dan Joko Widodo (Jokowi). (Ery)







