BERITABUANA.CO, JAKARTA – Perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty/G20 di Nusa Dua, Bali, resmi ditutup pada Rabu kemarin (16/11/2022). Dalam acara penutipan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga resmi menyerahkan Presidensi G20 pada 2023 ke India yang diwakili oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/11/2022) menyebut, KTT G20 merupakan forum internasional yang melibatkan ribuan delegasi dari 20 negara.
“Tentunya kedatangan dan kepulangan para delegasi perlu dikelola dengan baik, khususnya dalam prosedur keimigrasian,” ujar Habib Aboe demikian dirinya akrab siapa.
Karenanya sebagai mitra kerja Kemenkumham, Habib Aboe mengapresiasi kinerja Dirjen Imigrasi yang cukup rapih dalam mengelola pimpinan negara-negara peserta KTT G20.
“Berbagai kemudahan seperti akses bebas visa dan tidak perlunya delegasi VIP melakukan tatap muka di counter, membuat kenyamanan proses Keimigrasian di forum G20,” tambah mantan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan atau MKD DPR RI itu lagi.
Menurut Habib Aboe, langkah yang diambil Kemenkumham ini patut untuk diapresiasi, apalagi didukung adanya LO dan protokol untuk membantu komunikasi dan layanan sepanjang proses keimigrasian di Bandara Ngurahrai Bali. Dengan demikian prosedur Keimigrasian akan dilayani lebih cepat dan rapi.
“Kita berharap dengan berbagai inovasi yang dilakukan oleh Dirjen Imigrasi Kemenkumham, akan bisa memberikan kesan positif untuk seluruh delegasi peserta KTT G20,” tutup Legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Kalimantan Selatan itu.
Indonesia menjadi Presidensi G20 setelah menerima dari Troika Italia pada 2021. Presidensi G20 Indonesia mengangkat tema ‘Recover Together, Recover Stronger’.
Sebanyak tiga isu prioritas, pertama arsitektur kesehatan, kedua transisi energi berkelanjutan, dan ketiga transformasi digital dibahas dalam Presidensi G20. (Ery)







