Anggota DPR Ini Ajak Pelaku Usaha Mikro Dukung Sistem QRIS

by
Marsiaman saat menyampaikan kata sambutan secara virtual dalam acara Sosialisasi dan Edukasi QRIS Pedagang Pasar dan Pelaku Usaha Mikro Pekanbaru, Riau, Selasa (6/4/2021). (Foto: Asim)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Marsiaman Saragih mengatakan, inisiatif Bank Indonesia (BI) mengembangkan dan mengaplikasikan sistem pembayaran digital Quick Response Indonesia Standard atau QRIS oleh pedagang pasar dan pelaku usaha mikro perlu mendapat dukungan.

“Pasar bukan saja ajang jual beli kebutuhan sehari-hari, tetapi juga wadah bersosialisasi masyarakat,” kata Marsiaman saat menyampaikan kata sambutan secara virtual dalam acara Sosialisasi dan Edukasi QRIS Pedagang Pasar dan Pelaku Usaha Mikro Pekanbaru, Riau, Selasa kemarin (6/4/2021).

Para pedagang pasar dan pelaku usaha mikro hadir secara fisik di Hotel Sabrina City Pekanbaru, dan hadir secara virtual. Mereka terlihat antusias mengikuti acara yang diadakan atas kerjasama BI Perwakilan Pekanbaru dengan Lembaga Pendampingan Pembangunan Masyarakat (LPPM).

“Saya berharap dengan adanya sosialisasi dan edukasi ini, para pedagang nantinya dapat memanfaatkan QRIS untuk kemudahan berusaha dan meningkatkan penjualannya, baik secara tatap muka maupun secara online,”kata anggota DPR dari daerah pemilihan Riau II ini.

Menurut Marsiaman, QRIS merupakan salah satu upaya untuk keluar dari kesulitan karena wabah covid-19. Jadi kata dia, pedagang pasar tradisional dan kelompok-kelompok usaha mikro penting sekali untuk mengetahui teknologi ini agar tidak tertinggal dari pasar modern dan pasar online.

“Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi seperti ini perlu dilakukan berulangkali dan diperluas jangkauannya sampai masyarakat menjadi paham dan dapat menggunakannya,” imbuh Marsiaman.

Pada kesempatan itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Teguh Setiadi mengemukakan adanya perubahan perilaku pembayaran digital pembeli Indonesia yang meningkat drastis, yaitu 65 persen, dibanding sebelum terjadi wabah pandemi Covid-19. Belakangan kata dia, penjual semakin banyak yang menempatkan dagangannya di platform digital, baik melalui media sosial biasa maupun aplikasi belanja online.

Menurut Teguh Setiadi, belanja tatap muka bukan lagi satu-satunya cara untuk melakukan transaksi saat ini. Karena itulah kata dia, BI mengembangkan suatu sistem pembayaran digital standar yang disebut QRIS. Sistem baru ini merupakan inovasi pembayaran dari BI untuk mendukung usaha mikro.

“Dengan QRIS, penjual dan pembeli masih dapat bertransaksi tatap muka namun tetap menjaga jarak dan tidak bertukar uang tunai. Pembeli cukup melakukan scan terhadap kode standar yang dimiliki oleh penjual,” terang dia.

Selain dari BI Perwakilan Pekanbaru, acara sosialisasi dan edukasi ini juga menghadirkan pembicara dari perusahaan layanan keuangan digital LinkAja. Secara rinci mereka menjelaskan aspek teknis penggunaan QRIS bagi pedagang pasar tradisional dan pelaku usaha mikro. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *