Media Sosial dan Influencer, Strategi Toya Devasya Hadapi Pandemi

by
CEO Toya Devasya, Putu Astiti Saraswati

BERITABUANA.CO, BALI – Kunjungan wisatawan mancanegara ke permandian air panas alami Toya Devasya di Kintamani, turun sangat drastis seiring dengan kebijakan menutup border sejak Maret tahun lalu.

Padahal wisman dari China menjadi pengunjung utama yang berbondong bondong datang ke permandian air panas alami di kawasan Gunung Batur tersebut.

Toya Devasya sendiri menutup properti mengikuti kebijakan pemerintah saat itu mulai 23 Maret 2020 hingga 15 Juni 2020.

Menurut CEO Toya Devasya Hot Spring Water Park, Putu Astiti Saraswati kepada www.beritabuana.co, untuk kunjungan wisatawan domestik dari bulan Oktober hingga Desember 2020 meningkat, tetapi seiring dengan kebijakan PPKM, kunjungan wisatawan menurun kembali.

“Saat ini pendapatan kami, 10-20 persen dari biasanya,” kata wanita yang disapa Ayu ini.

Untungnya, selama ini Toya Devasya sudah memiliki pasar lokal, sehingga pada saat pandemi pun masih bisa terus beroperasi.

“Di saat lock down memang secara operasional kami tutup tetapi kami memperbaiki dan melakukan renovasi terhadap properti kami dengan menambah spot selfie maupun menambah pipa saluran air panas untuk menambah tingkat kepanasan kolam air panas alami kami,” kata Ayu.

Selain itu juga, ia mengatakan, membuat video tentang new normal dan protokol kesehatan selain juga menerapkan protokol tersebut.

“Kami termasuk properti yang buka di awal. Ini termasuk blessing in disguise sehingga menjadi tujuan utama untuk berlibur dari masyarakat lokal maupun domestik.”

Menurut Ayu,penyelamatan pariwisata Bali menjadi kepedulian kami semua. ” Melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Bali Tourism Board (BTB) kami berjuang agar secepatnya border ini bisa dibuka.”

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya berusaha agar vaksinasi bisa dilakukan sesegera mungkin sehingga kawasan Bangli bisa menjadi green zone. ” Di Toya Devasya sendiri sudah 50 persen karyawan yang sudah divaksin,” ujarnya.

Pihaknya juga melakukan strategi marketing yang disesuaikan, yang sebelum pandemi terkonsentrasi pada travel agent, ” Pada saat pandemi lebih ditujukan pada social media dan kerjasama dengan influencer.” (efp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *