Dihadiri Anggota Komisi V DPR-RI, Kemenhub Berdayakan Masyarakat Tak Mampu Dalam Padat Karya

by
Kemenhub melibatkan seratusan masyarakat Dumai dalam program padat karya membersihkan semakbelukar yang berada di Distrik Navigasi Kelas I Dumai berupa Gedung SROP dan Tower SBNP yang berlokasi di Kabupaten Indragiri Hilir.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kementerian Perhubungan melalui Kantor Distrik Navigasi Kelas I Dumai melaksanakan program padat karya yang melibatkan lebih dari 100 orang masyarakat sekitar yang tidak memiliki pekerjaan dan keahlian khusus.

“Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, hari ini dan kemarin dan dibuka secara resmi oleh Anggota Komisi V DPR RI DAPIL Riau II, Syahrul Aidi Maazat dan Bupati Indragiri Hilir H. M. Wardan, serta disaksikan oleh perwakilan dari Anggota DPRD, Kapolres Tembilahan, KSOP Kelas IV Tembilahan, PT. Pelindo I Cab. Tembilahan serta Camat dan Lurah di sekitar Kabupaten Indragiri Hilir,” ungkap Wisnu Wardana, Kabag Organisasi dan Humas Ditjen Hubla kepada www.beritabuana.co di Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Sebagaimana dijelaskan Kepala Distrik Navigasi Kelas I Dumai, Raymond Ivan Sianturi, pihaknya mengemban tanggung jawab untuk sedapat mungkin mengajak serta masyarakat dalam pelaksanaan program padat karya khususnya anggota masyarakat yang perekonomiannya terdampak Covid-19. Adapu masyarakat yang terlibat berasal dari Tembilahan Kota dan Tembilahan Hilir.

Dikatakan, pelaksanaan padat karya yang dilakukan berupa perawatan dan pemeliharaan aset Distrik Navigasi Kelas I Dumai berupa Gedung SROP dan Tower SBNP yang berlokasi di Kabupaten Indragiri Hilir.

Raymond menuturkan, kegiatan padat karya ini menggunakan peralatan, pengetahuan dan teknologi tepat guna. Pengerjaan dilaksanakan secara berkelompok dengan diawasi oleh tenaga terlatih yang berasal dari unsur Kementerian dan masyarakat guna memastikan hasil pekerjaan yang berkualitas.

Menurutnya, padat karya mengutamakan penggunaan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat sekitar dan memprioritaskan tenaga kerja yang tidak memiliki keahlian khusus, dan tidak bekerja dalam waktu yang lama, serta mempertimbangkan juga masyarakat yang memerlukan pekerjaan guna menyambung kelangsungan perekonomian.

Raymond mengungkapkan, upah kerja para peserta padat karya ini diberikan tunai dan langsung kepada pekerja. “Semoga hal ini dapat membantu perekonomian masyarakat khususnya diwilayah Kabupaten Indragiri Hilir,” tambahnya.

Sebagai informasi, ucap Wisnu, kegiatan padat karya di Lingkungan Kementerian Perhubungan ini merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 73 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Penyelenggaraan. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di tengah kebijakan tanggap darurat pandemi Coronavirus Desease 2019 (Covid-19).

“Kementerian Perhubungan menjadi salah satu Kementerian yang memiliki program padat karya. Jenis padat karya di sektor transportasi sendiri terdiri dari pembangunan, pemeliharaan, perbaikan serta pembersihan sarana dan prasarana transportasi,” tutup Wisnu. (Yus)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *