Kejagung Sita Lahan Pertambangan, Kapal Tangker, Mobil Mewah dan Belasan Bus atas Penyidikan Kasus PT Asabri

by

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Terkait penanganan korupsi di PT Asabri yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp23,7 triliun, tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa sejumlah saksi dan menyita puluhan kendaraan mewah milik tersangka SW dan HH.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyatakan, penyitaan sejumlah asset milik para tersangka lain masih dilakukan melalui pelacakan yang bekerjasama dengan Pusat Pelacakan Aset, baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri.

“Benar, sebanyak 17 bus milik tersangka SW serta kapal tangker LNG dan mobil mewah serta puluhan hektar lahan nikel yang terkait dengan tersangka HH telah disita sebagai barang bukti,” kata Leo Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (3/2/2021).

Dijelaskan, sejumlah aset yang berhasil disita antara lain sebuah kapal Tanker LNG Aquarius atas nama PT. Hanochem Shipping, kemudian 1 (satu) unit mobil Ferrari Tipe F12 Berlinetta warna abu-abu metalik No. Polisi B 15 TRM atas nama Tersangka HH, sebidang lahan tambang nikel atas nama PT. Tiga Samudra Perkasa seluas 3.000 Ha, sebidang lahan tambang nikel atas nama PT. Mahkota Nikel Indonesia seluas 10.000 Ha, dan sebidang lahan tambang nikel atas nama PT. Tiga Samudra Nikel seluas 10.000 Ha.

Sedangkan 17 bus yang disita antara lain dari milik SW, adalah:
1. 1 (satu) Unit Bus Merek Mitshubishi warna kuning kombinasi, Nomor Polisi AD 1628 BD
2. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino warna Orange Kombinasi, Nomor Polisi AD 1446 CD
3. 1 (satu) Unit Bus Merek Mitshubishi warna kuning Kombinasi, Nomor Polisi AD 1629 BD
4. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino Warna Putih Kombinasi, Nomor Polisi AD 1737 BD
5. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino Warna Kuning Kombinasi, Nomor Polisi AD 1736 BD
6. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino Warna Kuning Kombinasi, Nomor Polisi AD 1401 CD
7. 1 (satu) Unit Bus Merek Mercedes Benz Warna Biru Kombinasi, Nomor Polisi Lama AD 1699 BD (Nomor Polisi Baru AD 7020 OD)
8. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino Warna Abu Abu Silver, Nomor Polisi Lama AD 1681 BD (Nomor Polisi Baru AD 7029 OD)
9. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino Warna Oranye, Nomor Polisi Lama AD 1682 BD (Nomor Polisi Baru AD 7030 OD)
10. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino Warna Hijau Kombinasi, Nomor Polisi Lama AD 1649 BD (Nomor Polisi Baru AD 7027 OD)
11. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino Warna Biru Kombinasi, Nomor Polisi AD 1409 CD
12. 1 (satu) unit Bus, Merk Hino Warna Biru Kombinasi dengan Nomor Polisi AD 1401 DD
13. 1 (satu) unit Bus, Merk Hino Warna Ungu Kombinasi, Nomor Polisi AD 1402 CD
14. 1 (satu) unit Bus, Merk Mercedes Benz warna Coklat Kombinasi, Nomor Polisi AD 1697 BD
15. 1 (satu) unit Bus, Merk Mercedes Benz warna Hitam Kombinasi, Nomor Polisi lama AD 1698 BD (Nomor Polisi Baru AD 7023 OD)
16. 1 (satu) unit Bus, Merk Hino warna Ungu Kombinasi, Nomor Polisi lama AD 1650 BD (Nomor Polisi Baru AD 7028 OD)
17. 1 (satu) unit Bus, Merk Hino warna Hijau Kombinasi, Nomor Polisi lama AD 1447 CD (Nomor Polisi Baru AD 1447 CD)

Kapuspemkum juga menjelaskan, terhadap aset tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya. Penyitaan asset-aset para Tersangka lainnya masih dilakukan pelacakan dengan bekerja sama dengan Pusat Pelacakan Aset baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri.

Sebelumnya tim jaksa penyidik juga telah memeriksa lagi sejumlah saksi terkait dugaan korupsi di PT ASABRI, mereka adalah :

1. AS selaku Staf Pengelolaan Saham PT Asabri (Persero);
2. CK selaku Equity Sales PT Mega Capital Sekuritas;
3. MA selaku Direktur PT Mega Capital Sekuritas;
4. DT selaku kerabat dari Tersangka BTS;
5. SK selaku Direktur PT Lautandhana Securindo (Lotus Andalan Sekuritas).

Menurutnya, pemeriksaan para saksi dilakukan guna mencari fakta hukum serta mengumpulkan alat bukti tentang kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri. Oisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *