Hambat Pesebaran Covid-19, Emrus Sihombing Sarankan Pemerintah Lakukan Ini

by
Pakar komunikasi politik UPH, Emrus Sihombing.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner, DR. Emrus Sihombing membeberkan, data menunjukkan pasien positif terinfeksi virus corona atau Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Sedangkan jumlah yang sembuh masih lebih kecil daripada yang mendahului atau meninggal dunia akibart virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut.

“Padahal, upaya telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah. Itu harus kita apresiasi,” kata Emrus melalui keterangan tertulisnya yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Namun menurut Emrus, masih ada empat upaya yang sangat strategis dapat dilakukan atau setidaknya lebih dimaksimalkan, sebagai saran dia kepada negara dalam menahan laju penyebaran virus corona.

Pertama, masyarakat semua harus segera mewujudnyatakan Maklumat Kapolri dalam keseharian diri. Sekalipun maklumat dapat diartikan sebagai pemberitahuan atau pengumuman, namun demi keselamatan bersama dari serangan virus corona, tidak ada salahnya setiap warga Negara Indonesia (WNI) memaknai dan membuat isi maklumat tersebut sebagai kewajiban.

“Bila perlu menjadi keharusan yang dilakukan setiap individu warga masyarakat dan negara,” ujar pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) itu lagi.

Selain itu, lanjut Emrus, untuk melaksanakan Maklumat Kapolri yang sangat bagus ini, dia menyarankan perlunya penegakan hukum dan peraturan yang terkait dengan penanganan wabah penyakit menular secara tegas, namun tetap tetukur. Lebih cepat lebih baik.

Kedua, mutlak harus ada unit kerja di setiap tingkatan gugus tugas melakukan pengawasan secara ketat. Misalnya pelayanan publik di bandara, apakah semua orang di sana sudah melakukan jarak fisik satu dengan yang lain yang memadai. Unit ini nantinya mengawasi secara terukur semua protokol yang sudah dirumuskan oleh setiap tingkatan gugus tugas.

Contoh sederhana lainnya, menurut dia, bagaimana penyediaan hand sanitizer dan masker di setiap bandara dan pasokan ke apotik milik BUMN. Apalagi, jarak fisik penyediaan hand sanitizer dan masker, di bandara bertaraf internasional sekalipun, tampaknya belum dilakukan maksimal.

“Untuk itu, saya menyarankan kepada Menteri BUMN menugaskan orang lain yang bukan pegawai Kementerian BUMN melakukan uji petik pengawasan di Bandara dan Apotik milik BUMN di seleruh Indonesia tentang ketersedian dua APD yang penting tersebut, hanya sebagai contoh, demikian yang lainnya,” saran dia.

Ketiga, juga mutlak harus dibentuk secara khusus Unit Promosi Kesehatan di setiap tingkatan gugus tugas. Mengapa? Sebab menurut pemantauannya, masih ada anggota masyarakat, baik di perkotaan maupun di desa-desa, yang belum mentaati protokol penanganan dan dampak penyebaran virus corona.

“Lihat saja, di beberapa pelayanan publik bahwa jarak fisik belum sesuai dengan standar kesehatan dan masih ada yang belum menggunakan APD yang memadai sesuai dengan situasi dan relasi sosial di tempat tersebut,” katanya lagi.

Salah satu tugas Unit Promosi Kesehatan ini, menurut Emrus, misalnya menarasikan kembali semua protokol penanganan penyebatan dan penanggulangan dampak virus corona dalam gaya bahasa dan disesuaikan dengan perilaku kearifan lokal.

Kempat, sudah mendesak ada Wamenkes dari ilmuan yang mendalami dan menguasi penyakit menular kepada manusia dari penyebaran virus. Wamen ini mempunyai kemampuan akademik mengambil langkah-langkah strategis dari aspek medis, sosial dan politik kenegaraan.

“Untuk itu saya menyarakan kepada Presiden Joko Widodo sesegera mungkin mengangkat seorang Wamenkes untuk melakukan tugas tersebut dari seorang Virolog yang sangat mumpuni di bidangya, bijak, berintegritas kukuh, mempunyai good leadership, dan tak kalah pentingnya memiliki karakter kemanusiaan yang teruji,” tutup dia. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *