Yohanes Rumat Sesalkan Pemerintah yang Tolak Kehadiran Wisatawan

by
Pemerhati Pariwisata dan anggota DPRD Provinsi NTT, Yohanes Rumat. (Foto: Iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Dengan merebaknya kasus virus corona atau COVID-19, banyak beberapa daerah menolak kehadiran wisatawan, baik yang datang melalui kapal pesiar, kapal penumpang maupun penerbangan ataupun overland.

Penyesalan ini diungkapkan Pemerhati Pariwisata NTT, Yohannes Rumat yang juga anggota DPRD Provinsi NTT di ruang Fraksi, Senin (16/3/2020).

Menurut Yohanes Rumat, penyakit apapun yang menyerang manusia, polanya adalah pencegahan. Dan dalam konteks pariwisata, nyatanya banyak pemerintah berfikir untuk menolak kehadiran para wisatawan yang datang ke wilayahnya.

“Kalau dengan cara menolak wisatawan yang dipakai, itu sangat berlebihan. Karena pemerintah hadir untuk mencegah atau mengobati, bukan untuk menghalangi mereka yang ingin datang,” tegas dia.

Para wisatawan tersebut, lanjut Yohanes Rumat, sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk melakukan kunjungan wisatanya, termasuk juga kesehatannya di samping materi yang mereka bawa.

“Kalau sampai ini terjadi di Provinsi NTT, ruginya double, yakni wisatawan dan daerah tujuan. Maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) harus bijak menyikapinya,” pintanya.

Misalnya, tambah Yohanes Rumat, mengambil langkah upaya dan daya di pintu-pintu masuk dan pintu keluar wisatawan, melakukan pemeriksaan kesehatan mereka.

“Kita berharap Pemprov NTT dan 22 kabupaten/kota yang ada, jangan menolak wisatawan yang akan datang, terima mereka dengan tangan terbuka dengan melakukan pemeriksaan sebagai upaya pencegahan,” ujar Yohanes Rumat.

Di satu sisi, jelas Yohanes Rumat, Provinsi NTT butuh wisatawan sebanyak-banyaknya, disisi lain pariwisata sedang booming dan semangat-semangatnya untuk memperkenalkan pariwisata. (Iir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *