Wabah COVID-19, Pariwisata Indonesia Berpotensi Rugi Rp 21 T

by
Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wabah virus corona atau COVID-19 yang telah dinyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Heald Organization/WHO, mengakibatkan kerugian besar yang dialami industri pariwisata Indnesia. Tidak tanggung-tanggung, akibat wabah tersebut, dari awal Januari hingga hari ini, kerugian mencapai 1,5 milliar dolar AS atau setara dengan Rp 21 triliun.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi B. Sukamdani melalui keterangan persnya yang diterima media, Jumat (13/3/2020).

Bahkan, Hariyadi mengatakan, anjloknya jumlah turis asal Cina menjadi penyumbang terbesar angka potensi kerugian ini. Apalagi, turis dari Tiongkok itu tahun lalu 2 juta orang, dan mereka spending-nya per sekali datang itu 1.100 US dollar (15,4 juta rupiah).

“Kita ambil peak season-nya turis dari Cina adalah bulan Januari – Februari pada saat mereka (merayakan) Chinese New Year. Mulai dari awal Februari sudah tidak ada pesawat dari Tiongkok ke sini, itu asumsi baru yang hilang separuhnya,” ujarnya.

Hariyadi juga menyebutkan daerah-daerah tujuan wisata yang paling merasakan penurunan jumlah wisatawan yaitu Manado, Bali, dan Batam. Keadaan ini juga diperparah dengan dibatalkannya pameran pariwisata terbesar di dunia, ITB Berlin.

“Yang paling kita tidak bisa prediksi bahwa travel market terbesar di dunia yaitu ITB Berlin itu dibatalkan kemarin. Kalau pasarnya tidak ada, tempat transaksi tidak ada, ya mau bagaimana?” imbuhnya. (Lia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *