Siapa Kabareskrim Polri Senior Atau Seangkatan Kapolri Sigit?

by
Nico Karundeng, Wakil Pemimpin Redaksi Beritabuana.co

SIAPA bakal duduk sebagai orang nomor 1 di Ruangan Lantai 16 Gedung Bareskrim Polri masih menimbulkan tanda tanya publik. Sejak dilantik Presiden Jokowi di istana, Rabu (27/1), Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit, masih belum mengumumkan calonkan penggantinya.

Diperoleh informasi, belum ditunjuknya Kabareskrim yang baru, ternyata masih ada tarik menarik tentang siapa yang pantas menduduki jabatan prestisius itu.

“Infonya masih dibicarakan di tingkat elit Polri. Siapa yang pantas jadi Kabareskrim, apakah satu angkatan dengan Pak Sigit, senior atau yunior, ” ujar sumber di Mabes Polri.

Dijelaskan, nama-nama yang sebelumnya sudah disebut-sebut seperti Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Wakabareskrim Irjen Pol Wahyu Hadiningrat, memang masuk menjadi kandidat utama.

Tapi, kemudian muncul juga usulan nama-nama dari mereka yang senior. Terutama di angkatan 1988 B. Salah satunya Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto dan Komjen Pol Andap Budhi Revianto, Inspektur Jenderal Kemenkumham yang sudah berpangkat bintang tiga. Kedua pati ini juga berlatar belakang reserse.

lrjen Pol Purwadi Arianto, pernah menjabat Wakapolda Metro Jaya dan Direktur Tipidter Bareskrim Polri. Selain itu, Purwadi tiga kali menjabat Direktur Kriminal Umum, di Polda Maluku Utara, Polda Kalimantan Barat dan Polda Jawa Tengah. Mantan Kapolres Kota Bekasi ini pernah juga menjabat Wadir Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat Direkturnya dijabat Kombes Pol Carlo Brix Tewu yang kini menjabat salah satu Deputy di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sedangkan, Komjen Pol Andap Budhi Revianto, sosok perwira tinggi Polri yang sangat berpengalaman. Ia pernah tiga kali menjabat Kapolda, di Prov Sulawesi Tenggara, Prov Maluku dan Kapolda Kepulauan Riau. Saat berpangkat Kombes menjabat Direktur Kriminal Umum di Polda Sumut.

Dijelaskan, sumber tersebut jika Kapolri Sigit, menunjuk Kabareskrim dari perwira senior, berarti dia ingin membangun soliditas di internal. Ini pernah dilakukan Pak Tito ketika menunjuk Wakabareskrim Polri Irjen Pol Ari Dono menjadi Kabareskrim. Komjen Pol Ari Dono, lulusan Akpol 1985, ini artinya Ari Dono lebih senior dua tahun.

Sedangkan, jika Kapolri Listyo Sigit memilih lulusan Akpol 1989, selain Irjen Pol Ahmad Dofiri, peraih Adhi Makayasa yang kini Kapolda Jabar juga ada juga Kabaharkam Pol Komjen Pol Agus lndrianto, yang juga berpengalaman di bidang reserse. Agus juga termasuk salah satu kandidat Kapolri yang diusulkan Kompolnas.

Sedangkan, usulan yang beredar di masyarakat tentang dari yang yunior seperti Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Wakabareskrim Irjen Pol Wahyu Hadiningrat, sepertinya masih kecil kemungkinan terlaksana. Dari sisi pengalaman track record keduanya sudah teruji. Tapi untuk menjabat Kabareskrim, perlu ada dukungan kuat dari pusat pusat kekuasaan.

Jika Kapolri Listyo Sigit disuruh memilih, tentulah sosok Kabareskrim adalah yang bisa bekerjasama dengannya dalam satu tim (team work). Selain itu ada hubungan emosional (chemistry), sehingga koordinasi bisa berjalan baik. Jika ini yang menjadi tolok ukur Sigit, ia pasti akan memilih Wahyu Widada.

Lulusan terbaik Akpol 1991 ini sudah teruji di lapangan. Dua kali menjabat Kapolda, Prov Gorontalo dan Prov Aceh pasti telah menjadikan Wahyu matang. Wahyu, juga pernah bertugas di jajaran Polda Metro Jaya, Kapolres Kota Tangerang dan Tangerang Kota. Selain pernah menjadi pilot di Polairud ia juga menjabat Kepala Biro Jian Strategis Asisten SDM Polri.

*Nico karundeng* (Wakil Pemimpin Redaksi BERITABUANA. CO) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *