IHSG Melemah Senin Pagi Ini, Pemicunya Kombinasi Sentimen Domestik dan Global

by
Gedung BEI. (Foto: Gramedia)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Senin (8/6/2026) pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah dipicu. Analis menilai pelemahan ini dipicu oleh kombinasi sentimen dari tingkat domestik maupun global, seraya menyarankan agar tetap bersikap wait and see.

Pada Senin pagi, IHSG dibuka melemah 108,46 poin atau 1,94 persen ke posisi 5.486,31. Terus melemah hingga 222,29 poin atau 3,99 persen ke posisi 5.371,78 pada pukul 09.15 WIB.

“Kiwoom Research masih menyarankan untuk kembali perbanyak wait and see sebelum ambil posisi beli/ average down,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Sementara itu, dDai mancanegara, tema utama pasar saat ini adalah pergeseran fokus dari harapan pemangkasan suku bunga menuju risiko kenaikan suku bunga tambahan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini sepenuhnya memperhitungkan satu kali kenaikan suku bunga 25 bps sebelum akhir tahun, dan bahkan mulai memperhitungkan peluang kenaikan tambahan.

Fokus utama pelaku pasar pada pekan ini, akan tertuju pada perkembangan negosiasi AS dengan Iran. Juga respons Israel setelah serangan rudal Iran ke pangkalan udara Ramat David pada akhir pekan. Proses dalam konflik Timur Tengah itu sepertinya belum juga menemui titik pendinginan yang berarti.

“Perkembangan terkait Selat Hormuz akan menjadi faktor penentu arah harga minyak, inflasi global, dan ekspektasi suku bunga,” ujar Liza.

Pelaku pasar juga akan mencermati nada komunikasi Kevin Warsh dan pejabat The Fed lainnya, setelah data tenaga kerja yang sangat kuat mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter.

Satu hal, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 pada 11 Juni 2026, yang diperkirakan memberi dorongan terhadap sektor perhotelan, transportasi, restoran, media, serta industri taruhan olahraga di Amerika Utara.

Deutsche Bank memperkirakan total nilai taruhan olahraga selama turnamen dapat mencapai 3,3 miliar dolar AS dengan potensi mencapai 4,1 miliar dolar dalam skenario optimistis.

Kemudian, dari dalam negeri, dalam konferensi pers pada Sabtu (6/6), Bank Indonesia (BI) dan pemerintah menegaskan fokus kebijakan saat ini adalah meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik melalui imbal hasil yang lebih kompetitif pada instrumen seperti SBN dan SRBI untuk menarik kembali dana asing.

Selain itu, juga menjaga kecukupan likuiditas perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI, dengan harapan dapat memperkuat Rupiah dan meredam tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia.

Sementara itu, pada perdagangan Jumat (5/6) pekan kemarin, bursa saham Eropa mayoritas melemah. Di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,68 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,07 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,75 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,32 persen.

Lalu, bursa AS Wall Street kompak melemah pada Jumat (05/06), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,35 persen, indeks S&P 500 melemah 2,64 persen, dan indeks Nasdaq Composite melemah 4,77 persen.

Lalu, bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 3,94 persen ke 63.967,00, indeks Shanghai melemah 1,00 persen ke 3.987,40, indeks Hang Seng melemah 1,26 persen ke 24.646,00, dan indeks Strait Times melemah 1,44 persen ke 4.977,78. (OSC).