Iran Anggap Perpanjangan Gencatan Senjata Sepihak, Trump Tetap Pembohong Harus Dihadapi dengan Senjata

by
Penjagaan ketat Iran di selat Hormuz (Ilustrasi/Foto: Facebook)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Istilah maju kena mundur kena yang pas disandangkan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata mendekati kebenaran. Hal ini terlihat dari pengumuman yang digaungkan Trump bahwa ada perpanjangan  gencatan senjata dengan Iran. Di sisi lain, Iran sendiri menyatakan bahwa pengumuman itu adalah sepihak dan  tidak berarti bagi mereka.

“Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa-apa,” kata penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, dilansir CNN, Rabu (22/4/2026).

Pernyataan sepihak itu, kata Mohammadi, Trump ternyata tetap melanjutkan blokade pelabuhan Iran meski gencatan senjata diperpanjang.

Dia mengatakan kebijakan dari Trump itu harus ditanggapi secara aksi militer, bukan lewat meja perundingan.

“Pihak yang kalah tidak dapat mendikte syarat. Kelanjutan pengepungan tidak berbeda dengan pemboman dan harus ditanggapi dengan respons militer,” kata Mohammadi.

Mohammadi juga menilai perpanjangan gencatan senjata yang sepihak diumumkan Trump merupakan taktik AS dalam mengulur waktu sebelum akhirnya melanjutkan serangan ke wilayah Iran.

Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran Diperpanjang. Namun, Trump juga mengatakan kebijakan blokade pelabuhan Iran tetap akan dilanjutkan oleh militer AS.

“Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu,” kata Trump dilansir Al Jazeera, Rabu (22/4/2026).

Gencatan senjata AS dan Iran pertama kali dilakukan pada 7 April dan akan berakhir hari ini sebelum akhirnya diperpanjang oleh Trump. Trump mengatakan perpanjangan gencatan senjata kali ini tidak memiliki batas waktu.

Oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan dan diskusi diselesaikan dengan satu atau lain cara,” jelas Trump. (Kds)