BERITABUANA.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, KPK menggerebek Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor dan mengamankan 17 orang, termasuk petinggi pengembang raksasa.
Salah satu nama besar yang terjaring adalah Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi.
Kabar tersebut dibenarkan langsung oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pada Selasa (15/9/2026).
“Benar (Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi, ikut terjaring OTT),” ujar Budi saat dikonfirmasi.
Tak hanya dari pihak swasta, OTT ini juga menyeret pejabat tinggi di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Mereka yang turut diamankan antara lain Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Lampri, Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor, Sontang Coin Manurung, dan Kepala Kantah Tangerang, Tardi.
“Di antaranya Dirjen di lingkungan Kementerian ATR/BPN, kemudian Kepala Kantah di Kabupaten Bogor, dan juga Kepala Kantah di Tangerang, serta beberapa pihak lainnya,” ungkap Budi.
Saat ini, belasan orang tersebut masih berstatus terperiksa. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk melakukan ekspose dan gelar perkara guna menentukan status hukum mereka.
“Jadi ini masih di tahapan penyelidikan yang kemudian nanti digelar perkara, nanti akan diputuskan apakah kemudian ditemukan peristiwa tindak pidananya untuk kemudian naik ke tahap penyidikan atau seperti apa,” pungkasnya.
Operasi senyap ini diduga kuat terkait praktik pengurusan perizinan pertanahan. (Kds)







