BERITABUANA.CO, JAKARTA – Suasana tenang di Kabupaten Pekalongan tiba-tiba terguncang kabar mengejutkan pada Selasa (3/3/2025). Bupati setempat, Fadia Arafiq, dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Jawa Tengah. Kabar ini seketika menjadi perbincangan hangat di kalangan publik maupun media, mengingat latar belakang Fadia yang bukan hanya seorang pejabat publik, tapi juga mantan penyanyi dangdut yang pernah populer di era 2000-an.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya operasi senyap tersebut saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta pada hari yang sama. “Benar,” ujarnya singkat namun tegas. Budi juga memastikan bahwa Fadia beserta sejumlah pihak lainnya yang turut diamankan dalam operasi ini telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, KPK belum merinci lebih jauh mengenai dugaan pelanggaran yang menjadi dasar pelaksanaan OTT tersebut.
Berikut adalah profil lengkap Fadia Arafiq:
Identitas Diri
– Nama Lengkap: Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M.
– Nama Lahir: Laila Fathiah
– Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 23 Mei 1978
– Agama: Islam
– Alamat: Pekalongan, Jawa Tengah
Riwayat Pendidikan
Jenjang Pendidikan Institusi Pendidikan Gelar Tahun Masuk Tahun Keluar
- SD SD Negeri Karet Tensin 14 Jakarta Pusat – 1984 1990
- SMP SMP Negeri 8 Tanah Abang Jakarta Pusat – 1990 1993
- SMA SMA Negeri 58 Ciracas Jakarta Timur – 1993 1996
- S1 Universitas AKI Semarang S.E. 2009 2013
- S2 STIKUBANK Semarang M.M. 2013 2015
Karier di Dunia Hiburan
Fadia adalah putri sulung pedangdut senior A. Rafiq yang populer pada era 1970–1990-an. Ia mengikuti jejak ayahnya dengan menjadi penyanyi dangdut dan melejit lewat single Cik Cik Bum Bum pada tahun 2000 silam. Meskipun namanya tidak sepopuler sang adik, Fairuz A Rafiq, yang masih aktif di dunia hiburan hingga saat ini, Fadia tetap memiliki tempat di hati penggemar dangdut pada masanya.
Karier Politik
– 2011-2016: Menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan, mendampingi Amat Antono.
– 2016-2021: Menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan dan Ketua KNPI Provinsi Jawa Tengah.
– 2021-2024: Terpilih sebagai Bupati Pekalongan bersama wakilnya H. Riswadi, S.H..
– 2024-2030: Terpilih kembali sebagai Bupati Pekalongan bersama wakilnya Sukirman, mendapatkan 306.443 suara di Pilkada Kabupaten Pekalongan 2024.
Kehidupan Pribadi
Fadia menikah dengan Ashraff Abu, seorang penyanyi dangdut asal Malaysia yang kini telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Ashraff terkenal dengan lagu hitnya, Sharmila, yang populer di akhir tahun 90-an. Pasangan ini memiliki enam orang anak. Ashraff juga aktif dalam berbagai organisasi di Kabupaten Pekalongan, seperti Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Dewan Pembina KONI, hingga Dewan Pembina PBSI.
Penghargaan
Nama Penghargaan Lembaga Pemberi Penghargaan Tahun
- Satria Leader Award 2023 Suara Merdeka 2023
- Tokoh Inspirasi Jawa Tengah 2023 Suara Merdeka 2023
- Top Pembina Badan Usaha Milik Daerah 2023 Majalah Top Business 2023
Harta Kekayaan
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 30 Maret 2025, Fadia tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar Rp 85,623,500,000. Kekayaan tersebut didominasi oleh aset properti yang tersebar di berbagai kota besar, seperti Pekalongan, Bogor, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Semarang, Depok, hingga Badung (Bali). Aset termahalnya berupa tanah di Bogor senilai Rp 10 miliar. Selain itu, ia juga memiliki alat transportasi senilai Rp 1,18 miliar, harta bergerak lainnya senilai Rp 3,02 miliar, dan kas dan setara kas mencapai Rp 10,33 miliar. Fadia juga tercatat memiliki tanggungan hutang sebesar Rp 3,2 miliar.
Sebelum kabar OTT mencuat, Fadia sempat menjadi sorotan publik karena komentar bernada ancaman yang ditujukan kepada warga melalui akun Instagram pribadinya. Komentar tersebut muncul setelah ia menerima kritik terhadap kinerja pemerintahannya.
Meskipun akun Instagram itu kemudian diprivat, tangkapan layar komentarnya telanjur beredar luas di media sosial dan memicu perdebatan. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya sikap tenang dan bijak dari seorang pejabat publik dalam menyikapi kritik dari masyarakat.
Hingga saat ini, proses hukum terhadap Fadia Arafiq dan pihak-pihak terkait masih berjalan. Publik pun menantikan kejelasan lebih lanjut dari KPK mengenai dugaan korupsi yang menjerat bupati yang pernah berkarir di dunia hiburan ini. (Red)







