BERITABUANA.CO, GOMBONG – Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantoro berjanji akan mengajak Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk datang ke Benteng Van Der Wijck di Gombong, Kebumen, Jateng, mengingat nilai sejarah dan budaya yang amat tinggi. Nantinya kita akan meminta Menteri Kebudayaan untuk menjadikan benteng ini sebagai pusat kegiatan budaya, pariwisata, dan pendidikan. Bila semua ini berjalan, multi pengaruhnya akan berdampak pada kemajuan ekonomi, sebab UMKM bergerak dengan datangnya wisatawan dari nusantara dan mancanegara.
“Saya baru tahu betapa luar biasanya Benteng Van Der Wijck ini. Dari sisi struktur bangunan, benteng ini masih kokoh sekali. Tinggal kita sedikit merevovasi semua nilai dan fungsinya,” ujar Menko Ferry ketika memberikan sambutan sekaligus meresmikan hajat besar bernama Kebumen Travel Mart (KTM) dan Gombong Culture Festival di panggung dalam Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kebumen, Jateng, Kamis siang (27/08/2026).
Acara Kebumen Travel Mart (KTM) dan Gombong Culture Festival yang akan berlangsung hingga Sabtu (29/08/2026) ini selain dihadiri Menkop Ferry Juliantoro, juga Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Achiruddin, Bupati Kebumen Lilis Suryani, buyer dari Malaysia dan Brunei Darussalam, seller dari sejumlah kota di Indonesia, para kepala desa, para lurah dan camat se-Kabupaten Kebumen.
Benteng Van Der Wijck yang dibangun sekitar 1884 seakan hidup kembali. Panggung besar menggelegar dengan hiburan pembukaan kesenian dari Gombong-Kebumen yang kemudian diikuti seremoni sambutan para pihak. Sejak pagi, kirab budaya yang diikuti ratusan peserta mengguncang wilayah Gombong. Kirab budaya berhenti di depan benteng.
Sedangkan tenda-tenda stand berjejer di sisi jalan menuju benteng dan juga di areal sekitar benteng yang membuat acara ini semakin meriah. Begitu juga stand dari para sponsor dan donatur cukup menyita perhatian publik seperti dari Grup Artha Graha yang menampilkan aplikasi Qoin, Electronic City, lalu PLN, Gas Negara, Badan Pangan Nasional dan sebagainya.
Menkop Ferry membandingkan sebuah gedung di Tasikmalaya, Jabar, tempat penyelenggaraan Kongres Koperasi Pertama di Indonesia pada 11-14 Juli 1947. Tahun ini kami bersama Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, datang ke gedung tersebut di Tasikmalaya memperingati kongres koperasi pertama, sekaligus menetapkan gedung tersebut sebagai warisan budaya yang dilindungi.
“Dibandingkan gedung tempat kongres koperasi pertama di Tasikmalaya, Benteng Van Der Wijck jauh lebih baik dari sisi bangunan sipil. Jadi Menteri Fadli Zon memang harus ke sini,” ujarnya.
Menyinggung peran Kabupaten Kebumen dalam perkembangan koperasi di Tanah Air, Menkop Ferry mengungkapkan, koperasi pertama lahir di Kebumen 16 Desember 1886 yang didirikan oleh Raden Aria Wiraatmadja yang saat itu bernama Bank Simpan Pinjam dengan tujuan menolong para pegawai negeri dan kaum priyayi pribumi dari jerat bunga tinggi rentenir.
Dalam kaitan ini, sebagai Menkop, Ferry menyarankan agar organisasi IWAKK WALLET-EMAS (Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen-Wani Lan Ulet – Eling Maring Asale) untuk mendirikan koperasi dan kemudian koperasi yang akan dibentuk ini membantu pelaku UMKM untuk berkembang bahkan bisa ekspor ke luar negeri.
“Demi mempercepat pembentukan Koperasi IWAKK WALLET-EMAS, secara pribadi, saya membantu sebesar Rp100 juta rupiah. Selain itu agar istri saya yang asli Kebumen tambah sayang,” ucap Menkop Ferry sambil tertawa.
Dikatakan Menkop, penyelenggaraan KTM dan Gombong Culture Festival 2026 ini juga sejalan dengan program dan tujuan Kemenkop yakni meningkatkan usaha koperasi, UMKM, serta mendorong pariwisata serta kegiatan kreatif dalam bidang ekonomi kerakyatan ini.
Masih menyinggung peran sejarah Kabupaten Kebumen, Ferry yang kader Partai Gerindra ini mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto adalah orang Kebumen, sebab ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo lahir di Kabupaten Kebumen dan kakeknya juga lahir di Banyumas. “Jadi, Presiden Prabowo itu asli Kebumen,” katanya.
Kesempatan sama, Ketua Panitia KTM dan Gombong Culture Festival 2026 Wahid Supriyadi dalam sambutannya melaporkan pelaksanaan KTM ini dan bagaimana ide atau gagasan awal pelaksanaan event besar ini dimulai.
Sebagai warga Kebumen asli yang berkarir di Kementerian Luar Negeri, Wahid dikenal sebagai diplomat senior yang pernah menduduki pos prestisius di Australia di bagian Humas dan penerangan dan pernah menjadi Duta Besar di dua negara, Uni Emirat Arab dan terakhir di Rusia-Belarus (2016-2020) menceritakan pengalamannya menggelar acara seperti Festival Indonesia di luar negeri yang sukses.
“Setelah bertahun-tahun menggelar festival di luar negeri, saatnya saya ingin membangun daerah saya, Kebumen berkembang dan dikenal baik oleh kalangan nusantara maupun mancanegara dengan acara seperti KTM dan Gombong Culture Festival ini. Jadi saya turun gunung.”
Dikemukakan, pada awalnya disodorkan ide membuat festival ini oleh Rike Sumangkut sebagai pegiat event organizer bidang pariwisata. Dari diskusi dan riset potensi Kebumen, akhirnya kita berani mengusulkan acara ini. “Maka mulailah kita jalan dan menghubungi banyak pihak. Dalam perjalanan itu kita ketemu banyak sumber dan potensi yang berasal dari Kebumen dan juga dukungan sponsor atau donasi baik BUMN maupun swasta, maka jadilah event besar sekarang ini,” ungkapnya.
Ke depan, kata diplomat senior yang egaliter ini, mengusulkan digelar acara besar setiap tahun bagi warga Kebumen perantauan yang selama ini tinggal di berbagai daerah dengan nama kegiatan “Pulang Kampung”. Secara detail dikemukakan, acara Pulang Kampung sebagai ganti dua kegiatan besar IWAKK setiap tahun yang diadakan di Jakarta. Acara Pulang Kampung nantinya menjadi ajang pertukaran ide, budaya, pariwisata, dan ekonomi baik UMKM maupun ekspor. Tujuannya membangun Kebumen.
Buka Akses
Sementara itu Bupati Kebumen Lilis Suryani ikut memberikan sambutan selamat datang kepada Menteri Koperasi/UMKM, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Akhiruddin Darodjat, SE. M. Han, Ketua Panitia KTM Wahid Supriyadi, para Kepala Desa, Camat, Lurah se-Kabupaten Kebumen yang hadir di acara pembukaan KTM dan Gombong Culture Festival, Wahid Supriyadi, Ketua IWAKK Ibnu Hartanto, dan para penasehatnya.
Bupati Lilis sangat mengapresiasi penyelenggaraan event besar yang mengusung nama Gombong dan Kebumen ini dan peran organisasi IWAKK sangat besar.
Lilis berharap ajang KTM dan Gombong Culture Festival ini akan lebih membuka akses bagi kemajuan bidang pariwisata, budaya, ekonomi dan ilmu pengetahuan di Kebumen. Selain itu manfaatnya akan lebih dirasakan oleh masyarakat Kebumen baik yang tinggal di daerah maupun yang merantau.
“Jejaring bapak-ibu yang sangat luar biasa hingga mampu melaksanakan acara ini membuktikan kecintaan yang tinggi pada daerah kelahiran yakni Kebumen. Karena itu Pemkab Kebumen akan membuka dan mendukung kolaborasi sinergis demi kemajuan masyarakat Kebumen,” ujar Bupati Lilis.
Pangdam IV Diponegoro Setuju Revitalisasi
Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Achiruddin Darojat menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan KTM dan Gombong Culture Festival yang dipusatkan di aset yang kini dikelola TNI yakni Benteng Van Der Wijck ini.
Dikemukakan Pangdam Achiruddin, pihaknya ingin benteng peninggalan Kolonial Belanda ini nantinya direvitalisasi sesuai kaidah atau prinsip kesejarahannya dan dimanfaatkan untuk generasi kita dan generasi mendatang.
“Ini kebanggaan warga Kebumen memiliki benteng segi delapan yang masih kokoh. Karena itu kami membuka ruang yang lebar untuk kolaborasi guna lebih meningkatkan peran dan manfaat benteng bagi kesejahteraan rakyat, terutama generasi muda,” ujar Pangdam. (Ery)







