BERITABUANA.CO, BALIKPAPAN —Penyalurkan bantuan 100 unit pompa air dalam rangka memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Timur merupakan bentuk perhatian dan respons cepat Pemerintah Pusat atas bencana tersebut.
Demikian ditegaskan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II Marsdya TNI Muzafar S.Sos., M.M saat menyerahkan bantuan pompa air dan kelengkapan peralatannya kepada Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, di Base Ops Lanud Dhomber, Balikpapan, Kamis (27/8/2026).
Dijelaskan, bahwa bantuan Pemerintah Pusat yang dilaksanakan lewat Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Kementerian Pertanian (Kementan) itu telah didistribusikan oleh Kogabwilhan II dalam mendukung upaya pemadaman Karhutla yang sekaligus untuk membantu sektor pertanian yang terdampak.
“Presiden Prabowo melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan berupa pompa untuk membantu memadamkan api,” ujar Pangkogabwilhan II.
Ditambahkan Muzafar, sebanyak 39 unit pompa air beserta seluruh kelengkapannya telah tiba di Baseops Lanud Dhomber Balikpapan dengan menggunakan pesawat Hercules C-130 dari Skadron Udara 33 Lanud Hasanuddin Makassar.
Seluruh bantuan yang dikirim pada tahap awal tersebut memiliki berat sekitar 12,9 ton.
Panglima Kogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar secara langsung telah menyerahkan bantuan pompa air dan kelengkapan peralatan tersebut kepada Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan. Penyerahan bantuan juga disaksikan Danlanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana serta sejumlah pejabat utama Kogabwilhan II.
Adapun dari 100 unit pompa yang disiapkan, sebanyak 25 unit merupakan bantuan Kementerian Pertahanan dan 75 unit berasal dari Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan dengan mempertimbangkan kondisi titik api, karakteristik wilayah, serta kawasan pertanian yang terdampak.
Diketahui, Kalimantan Timur saat ini menghadapi ancaman Karhutla dengan 1.082 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Titik panas terbanyak berada di Kutai Timur sebanyak 276 titik, Penajam Paser Utara 160 titik, Kutai Kartanegara 141 titik, Paser 108 titik, Berau 58 titik, Balikpapan 40 titik, Samarinda 31 titik, Bontang 26 titik, Mahakam Ulu 25 titik, dan Kutai Barat 18 titik.
“Jadi seluruhnya ada 1.082 hotspot,” ujar Marsdya TNI Muzafar menandaskan.
Selain dukungan peralatan, penanganan Karhutla juga diperkuat dengan pengerahan personel TNI di bawah koordinasi Kodam VI/Mulawarman. Sedikitnya 5.334 personel TNI telah dikerahkan untuk mendukung penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Timur.
Pangkogabwilhan II juga menegaskan, penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan melalui upaya pemadaman, tetapi juga harus diimbangi dengan langkah pencegahan. Untuk itu, masyarakat maupun perusahaan diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Saya mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat dan korporat, perusahaan-perusahaan, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Marsdya TNI Muzafar juga mengingatkan bahwa Pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran lahan hingga menimbulkan bencana. Hal tersebut sejalan dengan penekanan Presiden Prabowo agar praktik pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan Karhutla tidak dilakukan.
Dalam rangka memperkuat upaya penanganan Karhutla, Pemerintah juga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pesawat untuk pelaksanaan modifikasi cuaca telah disiapkan guna membantu menurunkan hujan di sekitar wilayah yang terdapat titik panas.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur Buyung Dodi Gunawan menjelaskan bahwa distribusi pompa air akan disesuaikan dengan jumlah titik api dan kondisi pertanian di masing-masing wilayah.
BPBD Kaltim akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menentukan mekanisme distribusi bantuan sebelum dilaporkan kepada Gubernur Kalimantan Timur. Pompa air diperkirakan mulai didistribusikan ke daerah sasaran dalam waktu satu hingga dua hari setelah seluruh armada bantuan tiba.
Daerah dengan kebutuhan penanganan lebih besar akan mendapatkan porsi bantuan yang lebih banyak, di antaranya Paser, Berau, dan Kutai Barat.
Buyung juga mengapresiasi dukungan TNI dan Polri dalam penanganan Karhutla di lapangan. Menurutnya, sinergi seluruh unsur Satgas Karhutla sangat membantu upaya pemerintah dalam menangani kebakaran dan mencegah meluasnya titik api.
“Kalau kita lihat di lapangan, kita semua Tim Satgas sangat dibantu dengan teman-teman TNI. Ini bukti perhatian pemerintah pusat dan TNI atas bencana kebakaran hutan di Kalimantan Timur,” ungkapnya.
Kogabwilhan II bersama seluruh unsur terkait akan terus memperkuat sinergi dalam menghadapi Karhutla di Kalimantan Timur. Selain mempercepat pemadaman melalui dukungan pompa air dan personel, upaya pencegahan juga terus didorong dengan meningkatkan kesadaran masyarakat serta pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan.
Penyaluran 100 unit pompa air dari Pemerintah Pusat ini diharapkan semakin memperkuat kemampuan Satgas Karhutla dalam merespons titik api, melindungi masyarakat, menjaga lingkungan, serta mencegah meluasnya dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur. Oisa







