Prabowo: Kemandirian Ekonomi Bukan Berarti Menutup Diri dari Dunia

by
Presiden RI, Prabowo Subianto. (Foto: Tangkapan layar YouTube TV Parlemen)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global saat ini.

Prabowo mengatakan, kondisi global tersebut menuntut Indonesia untuk semakin mampu mengandalkan kekuatan ekonomi dalam negeri, tanpa mengisolasi diri dari hubungan ekonomi internasional.

“Dunia sedang menghadapi konflik geopolitik, perang dagang, gangguan rantai pasok, dan tekanan ekonomi. Dalam keadaan seperti ini, Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki sendiri,” kata Prabowo dalam pidatonya di Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, di Ruang Sidang Paripurna, Nusantara, Senayan, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, kemandirian ekonomi bukan berarti Indonesia menutup diri dari dunia. Sebaliknya, sambungya, Indonesia tetap harus membuka ruang kerja sama dan investasi internasional dengan tetap menjaga kepentingan nasional.

“Kemandirian bukan berarti menutup pintu kepada dunia. Kemandirian adalah membuka pintu kepada dunia tanpa menyerahkan kunci rumah kita,* ujarnya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Prabowo juga menyebut kinerja investasi di Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang 2025, realisasi investasi nasional tercatat mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

Sementara pada semester I 2026, dikatakan dia, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010 triliun dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

Capaian itu, lanjut Prabowo, berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen. Angka tersebut disebut sebagai pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Kendati demikian, Prabowo mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi tidak berhenti sebagai pencapaian angka makroekonomi saja.

Ia menegaskan, tujuan utama pembangunan ekonomi adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat,” tegas Prabowo.

Karena itu, Presiden meminta agar setiap investasi yang masuk ke Indonesia memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan. Setiap kebijakan harus memperbaiki kehidupan rakyat,” pungkasnya. (Jal)