BERITABUANA.CO, BALI – Di tengah ramainya perseteruan Billy Syahputra dengan pengelola salah satu fasilitas wisata di Pantai Dreamland, anggota DPD RI asal Bali Arya Wedakarna turut buka suara.
Meski tak menyebut nama Billy secara gamblang, pernyataan Arya yang diunggah berbarengan dengan mencuatnya polemik tersebut dinilai sebagai sentilan keras terkait etika artis saat berlibur di Pulau Dewata.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya aryawedakarna, Minggu (4/10/2026), Arya menegaskan bahwa masyarakat Bali sejatinya sudah sangat terbiasa dengan kehadiran wisatawan, termasuk kalangan artis papan atas. Karena itu, status sebagai figur publik seharusnya tidak menjadi alasan untuk meminta perlakuan khusus.
Menurutnya, justru sikap tidak silau terhadap popularitas inilah yang selama ini membuat Bali menjadi tempat paling nyaman bagi para selebritas untuk menikmati privasi.
“Orang Bali itu enggak pernah heran sama yang namanya artis. Kita tidak pernah mengganggu, kita tidak pernah haus validasi, dan orang-orang Bali itu enggak seperti yang lain minta foto, minta selfie, mengganggu, enggak. Di Bali itu privacy nomor satu,” tegas Arya.
Ia menekankan, standar pelayanan di Bali harus tetap sama rata untuk semua orang. Tidak ada alasan untuk memberikan karpet merah atau mendewa-dewakan artis yang datang, baik dari luar negeri maupun dari luar daerah.
“Kalau ada artis dari luar negeri, dari luar Bali datang, ya biasain aja. Sama aja dengan pelayanan masyarakat biasa. Enggak usah diistimewakan, enggak usah terlalu didewa-dewakan, biasa-biasa saja sesuai dengan standar,” ucapnya.
Tak hanya soal pelayanan, Arya juga menyentil soal rekam jejak sejumlah artis dan content creator yang dinilai pernah membuat konten negatif dan merugikan citra Bali. Ia pun berpesan khusus kepada generasi muda Bali agar tidak mudah memberikan panggung bagi figur publik yang punya catatan buruk terhadap masyarakat Bali.
“Kepada anak-anak muda Bali di seluruh wilayah ya, besok-besok kalau ketemu artis, ketemu apa yang punya catatan jelek, ya, maksudnya yang suka buat konten-konten negatif, yang suka berkomentar jelek-jelek tentang semeton kita gitu ya, ya udah,” pungkasnya. (Kds)







