Kasus Karhutla Puluhan Orang Diamankan, Modus: Membuka Hutan dengan Membakar

by
Kebakaran hutan dan lahan. (Ilustrasi/Foto: IG)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Irhamni mengungkapkan bahwa modus para tersangka membuka lahan dengan cara dibakar supaya biaya operasional lebih ekonomis.

Hal itu diungkapkan Irhamni dalam keterangan pers di Mabes Polri, Minggu (23/8/2026), terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di sejumlah wilayah Indonesia dengan puluhan tersangka yang sudah diamankan.

“Rata-rata modus operandi pada 9 Polda tersebut apa yang saya sampaikan di depan tadi sebagian besar digunakan oleh para tersangka adalah membuka lahan dengan cara sengaja membakar agar biaya operasional kegiatan berkebun menjadi murah atau ekonomis,” kata  Irhamni .

Polri, kata Irham ni, memandang kejahatan yang dilakukan para pelaku termasuk kategori luar biasa. Para tersangka mengorbankan efek negatif ke masyarakat lain untuk kepentingan pribadi.

“Ini adalah kejahatan yang luar biasa tentunya mengakibatkan korban masyarakat yang lain demi untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Polisi menetapkan pasal terkait Undang-Undang Kehutanan, Undang-Undang Perkebunan, hingga Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ia berharap kejadian serupa tak terulang.

“Kemudian pasal-pasal yang kami terapkan terhadap tersangka tersebut, yaitu terkait Undang-Undang Kehutanan, kemudian terkait Undang-Undang Perkebunan, kemudian Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, kemudian Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait kebakaran hutan dan lahan tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, total sudah 72 orang yang ditetapkan sebagai tersangka terkait karhutla yang tersebar di 9 polda. Polri kemudian melakukan asistensi untuk memastikan penyelidikan dan penyidikan.

Puluhan laporan polisi itu tersebar di Polda Riau, Polda Kalbar, Polda Sumsel, Polda Jambi, Polda Kalteng, Polda Kalsel, Polda, Kaltim, Polda Aceh, dan Polda Kaltara.

“9 Polda ini telah melaksanakan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka yang sudah ditetapkan 72 orang tersangka perorangan yang mana proses penyelidikan dan penyidikan di titik-titik api yang terjadi di lapangan setelah tadi ada hotspot kemudian dicek ternyata benar ada kebakaran,” kata Brigjen Irhamni.

Dia mengatakan diduga kuat pembakaran lahan itu disengaja oleh pelaku.

Berikut ini rincian tersangka karhutla:

– Polda Riau: 30 Laporan Polisi, 35 orang tersangka

– Polda Kalbar: 18 Laporan Polisi dari 2.282 titik api

– Polda Sumatra Selatan: 15 Laporan Polisi dari 618 titik api, 17 orang tersangka

– Polda Jambi: 17 Laporan Polisi dari 64 titik api, tersangka 8 orang.

– Polda Kalteng: 8 Laporan Polisi dari 203 titik, tersangka 11 orang

– Polda Kalsel: 3 Laporan Polisi dari 318 titik api, tersangka 2 orang

– Polda Kaltim: 2 Laporan Polisi dari 243 titik api tersangka 1 orang.

– Polda Aceh: 2 Laporan Polisi dari 71 titik api.

– Polda Kaltara: 2 Laporan Polisi dari 12 titik api. (Kds)