InJourney Airports Percantik BIM, Menjadi Kebanggaan Orang Minang

by
Dony Subardono, GM Bandara Internasional Minangkabau (kanan depan) didampingi CS InJourney Airports Pusat, Chandara, mengajak awak media menelusuri beutifikasi terminal menampilkan Tokoh Minang, Mhohammad Hatta, Buya Hamka, dan Haji Agus Salim. (Foto: Yus)

BERITABUANA.CO, PADANG – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang, terus berbenah menjalankan program beautifikasi dan revitalisasi terminal penumpang pesawat untuk meningkatkan standar pelayanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara.

Pekerjaan Pembangunan Terminal Bandara Internasional Minangkabau (BIM) diawali sejak 17 September 2018 dengan tujuan peningkatan kapasitas pelayanan pergerakan penumpang dari 2,7 juta menjadi 5,7 juta, dan perluasan area dari 20.568 m2 menjadi 49.950 m2, penambahan Check in Counter dari 26 menjati 35 unit, Baggage Claim (Domestic) 3 menjadi 4 unit Baggage. Claim (International) dari 1 menjadi 2 unit, serta Fixed & Aero Bridge dari 5 menjadi 8 unit.

“Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tidak hanya tempat naik dan turun dari pesawat saja, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatra Barat,” tegas General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono.kepada sejumlah awak media dari Jakarta termasuk beritabuana.co, Jumat (19/6) sore di Padang.

Dalam acara bertajuk Media Gathering, Dony didampingi Chandra, Corporate Secretary InJourney Airports Jakarta, memaparkan langkah strategis ini juga bertujuan memperkuat identitas Sumatra Barat di Bandara Internasional Minangkabau sebagai pintu gerbang utama wisatawan.

“Program beautifikasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pembaruan estetika interior, penataan area komersial, hingga peningkatan fasilitas di dalam terminal,” ungkap Dony, seraya menyebutkan program beautifikasi ini sebagai komitmen memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi setiap penumpang pesawat termasuk wisatawan yang berkunjung ke Ranah Minang.

Ia menuturkan program beautifikasi ini memiliki 4 fokus utama, yakni pertama, adanya sentuhan budaya Minangkabau yang modern di mana dilakukan transformasi visual interior dengan perpaduan arsitektur modern dan motif tradisional Minangkabau seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung.

Kedua, peningkatan fasilitas dan kenyamanan melalui peremajaan area tunggu (boarding lounge), optimalisasi ambience, serta peningkatan fasilitas toilet untuk memenuhi standar global serta ramah disabilitas. Ketiga, penataan alur penumpang (flow management) dengan menata ulang tata letak area check-in dan komersial untuk menciptakan pergerakan penumpang yang lebih lancar, luas dan bebas hambatan (seamless), dan yang keempat, tersedianya area hijau di dalam terminal (indoor greenery) dengan menambahkan elemen lanskap hijau di titik-titik strategis sehingga membawa nuansa asri, sejuk dan menenangkan bagi penumpang pesawat.

Lanjut, Dony, Bandara Internasional Minangkabau juga ingin memberikan customer experience yang dapat dirasakan 5 panca indera. Pengalaman itu diwujudkan melalui unsur visial (sight) dengan menampilkan budaya Minangkabau, unsur sentuhan (touch) melalui penggunaan pakaian adat pada setiap event, unsur suara (sound) dengan penampilan live musik daerah di terminal, unsur cita rasa (taste) dengan tenant yang menyajikan kuliner Sumatra Barat dan desain tenant berkonsep Rumah Gadang, serta unsur aroma (smell) dengan penggunaan wewangian khusus di area terminal.

Operasional Bandara Normal

Meskipun saat ini sedang dilakukan beautifikasi dan revitalisasi, InJourney Airports memastikan seluruh tahapan beautifikasi dikelola secara ketat sehingga tidak mengganggu operasional penerbangan maupun kenyamanan penumpang. Area kerja fisik disekat dengan rapi, dan pengerjaan berat dilakukan pada saat low hour (jam sepi penerbangan) atau malam hari.

Dony mengatakan, pihak manajemen menginformasikan bahwa terdapat sedikit perubahan alur serta pengerjaan di beberapa titik yang mungkin dapat menimbulkan ketidaknyamanan selama masa beautifikasi yang tahap awal direncanakan rampung pada awal Kuartal III/2026 dan secara keseluruhan pada Kuartal IV/2026.

“Setelah beautifikasi Bandara Internasional Minangkabau(BIM) hadir dengan wajah lebih segar untuk siap menyambut pertumbuhan arus wisatawan dan mendukung kemajuan sektor ekonomi serta pariwisata di Sumatra Barat secara berkelanjutan,” pungkas Dony Subardono. (Yus)