BERITABUANA.CO, MADINAH- Raudhah di Masjid Nabawi menjadi salah satu tempat yang paling dirindukan dan diimpikan oleh jutaan umat Islam, termasuk jemaah haji Indonesia. Berada di antara mimbar dan makam Rasulullah SAW, area yang dikenal sebagai “taman surga” ini selalu menjadi tujuan utama jemaah saat berada di Madinah.
Sejak pagi hingga malam hari, ribuan jemaah dari berbagai negara tampak antre untuk mendapatkan kesempatan masuk ke Raudhah. Meski waktu yang diberikan relatif singkat, momen berada di tempat tersebut menjadi pengalaman spiritual yang sulit dilupakan.
Bagi jemaah Indonesia, masuk ke Raudhah bukan sekadar kunjungan biasa. Banyak yang memanfaatkan kesempatan itu untuk memperbanyak doa, berzikir, membaca Al-Qur’an, serta memanjatkan harapan bagi keluarga dan bangsa di Tanah Air.
“InsyaAllah ini mau yang ketiga. Sabar menanti, berdoa sama Allah. Pakai tasreh ini,” ujar Nova salah seorang Jemaah asal Magelang, Jawa Tengah yang tergabung dalam kloter YIA 18 saat ditemui di pelataran Masjid Nabawi saat mengantre untuk masuk Raudhah, Jum’at (19/6/2026).
“Kalau saya, baru mau satu kalai ini masuk Raudhah. Alhamdulillah bisa bareng-bareng rombongan,” sahut Jemaah lain yang ikut mengantre masuk Raudhah.
Tempat Istimewa
Raudhah memiliki keistimewaan tersendiri dalam sejarah Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa area antara rumah beliau dan mimbar merupakan salah satu taman dari taman-taman surga. Karena itulah, tempat ini menjadi lokasi yang sangat istimewa bagi umat Islam yang berkunjung ke Masjid Nabawi.
Untuk mengatur kepadatan jemaah, Pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem reservasi melalui aplikasi Nusuk. Dengan sistem tersebut, jemaah dapat memperoleh jadwal kunjungan secara lebih tertib dan nyaman.
Petugas haji Indonesia juga terus memberikan pendampingan kepada jemaah, terutama lansia dan mereka yang baru pertama kali berkunjung ke Madinah. Jemaah diimbau untuk mengikuti jadwal yang telah ditentukan, menjaga ketertiban, serta memperhatikan kondisi kesehatan selama menjalani rangkaian ibadah.
Kepala Daerah Kerja (Daker Madinah), Khalilurrahman mengatakan petugas telah mengamankan 110.980 tasreh (surat izin masuk) Raudhah.
“Alhamdulillah dengan izin Allah SWT dan berkat kerja keras tim Raudhah Daker Madinah, kita telah mendapatkan 110.980 tasreh Raudhah untuk jemaah haji Indonesia. Ini menunjukkan semua jemaah gelombang kedua bisa masuk Raudhah,” ujarnya kepada Media Center Haji (MCH) 2026 di Masjid Nabawi.
Kadaker Madinah maupun Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaf, diketahui baru saja mendampingi jemaah haji untuk masuk beribadah ke Raudhah usai shalat Subuh.
Dikatakan, jumlah tasreh Raudhah yang didapat melebihi jumlah jemaah gelombang II yang sekitar 99.000 orang. Bahkan, sebagian jemaah bisa masuk Raudhah lebih dari satu kali.
“Bahkan ada di antara mereka yang masuk Raudhah lebih dari tiga kali, baik menggunakan tasreh dari Daker Madinah maupun lewat aplikasi Nusuk Masar. Ini kegembiraan dan kebahagiaan bagi kami,” jelasnya.
Diketahui, Kunjungan ke Raudhah menjadi salah satu puncak pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci. Di tempat yang penuh sejarah dan keberkahan itu, para Jemaah haji membawa pulang kenangan mendalam yang akan terus dikenang sepanjang hidup.
Meski hanya beberapa menit berada di dalamnya, Raudhah meninggalkan kesan yang begitu kuat. Tangis haru, doa-doa yang dipanjatkan, serta rasa syukur karena mendapat kesempatan beribadah di tempat yang dicintai Rasulullah SAW menjadikan Raudhah sebagai ruang spiritual yang selalu dirindukan oleh setiap jemaah haji dan umrah. (Muhammad Umar Fadloli/MCH 2026)







