BERITABUANA.CO, JAKARTA – Program Bantuan Konversi BBG Kendaraan Tahun 2026 memberikan manfaat bagi pengemudi taksi online berupa penurunan biaya operasional hingga 55 persen. Melalui program tersebut PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) memberikan kesempatan bagi pengemudi untuk mengonversi kendaraan dari bahan bakar konvensional menjadi bahan bakar gas (BBG) melalui pemasangan kit BBG secara gratis.
“Inisiatif ini diharapkan menjadi alternatif energi yang lebih efisien sekaligus membantu pengemudi menekan biaya operasional kendaraan,” ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Selama periode Agustus – September 2026, sebanyak 75 kendaraan ditargetkan mengikuti Program Bantuan Konversi BBG Kendaraan Tahun 2026.
Dengan asumsi 75 kendaraan penerima mengonsumsi rata-rata 8 liter setara bensin (LSP) BBG per hari setiap bulan, total pemanfaatan BBG diperkirakan mencapai sekitar 15.000 LSP per bulan atau 180.000 LSP dalam setahun.
Dengan harga BBG nonsubsidi sebesar Rp4.500 per liter, kebutuhan bahan bakar tersebut menelan biaya sekitar Rp810 juta per tahun.
Bandingkan apabila dengan volume penggunaan yang sama menggunakan BBM subsidi dengan asumsi harga Rp10.000 per liter, biaya bahan bakar dapat mencapai sekitar Rp1,8 miliar per tahun.
Jadi, pemanfaatan BBG berpotensi menghasilkan penghematan biaya bahan bakar minimal sekitar Rp990 juta per tahun bagi 75 penerima manfaat secara keseluruhan.
Manajemen BGN mengungkapkan, selain memberikan manfaat secara ekonomi, penggunaan BBG turut menjadi pilihan energi lebih ramah lingkungan, sejalan dengan dukungan PGN terhadap target Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060.
Dengan penggunaan energi yang setara, BBG menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) sekitar 19 persen lebih rendah dibandingkan bensin subsidi.
Sesuai proyeksi penggunaan BBG hingga sekitar 180.000 LSP per tahun oleh 75 penerima manfaat, program konversi ini diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga sekitar 73 ton CO₂ eq per tahun.
Itu berarti peralihan dari bahan bakar minyak ke BBG tidak hanya membantu pengemudi menekan biaya operasional, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Karena itu, Fajriyah Usman berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima sekaligus mendorong pemanfaatan BBG yang lebih luas.
Sementara itu, Penanggung jawab Administrasi Lapangan Komunitas Mobil Gas (Komogas), Riko, mengapresiasi dukungan PGN yang dinilai memberikan manfaat besar bagi pengemudi taksi online dengan intensitas penggunaan kendaraan dan konsumsi bahan bakar tinggi.
Riko mengungkapkan, bantuan konversi kit BBG gratis ini sangat berarti bagi para pengemudi online. Biaya pemasangan konverter secara mandiri cukup besar, sehingga program ini membuka kesempatan beralih menggunakan BBG dengan lebih mudah.
Manfaat yang paling dirasakan dari konversi adalah efisiensi biaya bahan bakar, selain harganya lebih kompetitif, BBG menghasilkan pembakaran lebih bersih. Dengan begitu diharapkan turut mendukung kinerja dan perawatan mesin dalam jangka panjang. (OSC).







