BERITABUANA.CO, MADINAH- Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan sebanyak 17 ribu jemaah haji reguler Indonesia tahun ini memperoleh fasilitas pemondokan di hotel bintang lima saat berada di Madinah.
Hal itu disampaikan Wamenhaj kepada Tim Media Center Haji (MCH) usai melakukan lari pagi dari Masjid Nabawi menuju Masjid Quba, Sabtu (6/6/2026) pagi.
“Dalam sejarah haji Indonesia baru kali ini jamaah haji reguler itu bisa menggunakan fasilitas hotel bintang lima,” kata Wamenhaj
Menurut Wamenhaj, fasilitas tersebut sebelumnya identik dengan layanan haji khusus yang dikelola swasta. Namun, pada musim haji tahun ini, jemaah reguler juga dapat menikmati fasilitas premium yang lokasinya sangat dekat dengan Masjid Nabawi.
“Dan itu yang biasanya digunakan haji khusus,” ujar Wamenhaj seraya menambahkan untuk Jemaah haji khusus hanya menempatkan kurang lebih 9 ribuan Jemaah di hotel bintang lima di Madinah.
Ia menjelaskan hotel-hotel tersebut rata-rata hanya berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi. Kedekatan lokasi hotel memberikan kemudahan bagi jemaah, terutama kelompok lansia dan jemaah dengan mobilitas terbatas.
“Ada sekitar 17.000 jamaah itu menggunakan fasilitas hotel bintang lima di depan yang rata-rata itu jaraknya hanya 50 meter dari Masjid Nabawi,” jelasnya.
Wamenhaj mengungkapkan peningkatan kualitas layanan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kenyamanan jemaah. Ia menilai pelayanan yang lebih baik menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji.
“Kami berusaha meningkatkan kualitas sarana dan prasarana dan fasilitas,” tegasnya.
Bahkan, Ia menambahkan peningkatan layanan tersebut tetap dilakukan meskipun biaya penyelenggaraan ibadah haji mengalami penyesuaian. Pemerintah berharap kualitas pelayanan terus meningkat pada musim haji mendatang.
“Mudah-mudahan ke depan kita bisa terus tingkatkan fasilitas-fasilitas untuk jamaah haji kita,” tutupnya. (Fadloli/MCH 2026)






