Sembilan WNI Peserta Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla Dibebaskan, Dave Laksono Apresiasi Diplomasi Indonesia

by
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono. (Foto : jim)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali menyita perhatian dunia, terutama terkait upaya solidaritas internasional terhadap krisis kemanusiaan di Palestina. Di tengah situasi yang penuh tekanan tersebut, pemerintah Indonesia memastikan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla telah dibebaskan oleh otoritas Israel dan kini tengah menjalani proses pemulangan melalui Turki.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar, Dave Laksono, menyambut kabar pembebasan itu dengan rasa syukur sekaligus optimisme terhadap efektivitas diplomasi Indonesia di tingkat internasional.

Menurut Dave, keberhasilan pemulangan para WNI menunjukkan bahwa diplomasi yang konsisten, solidaritas antarnegara, dan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan masih menjadi instrumen penting dalam menyelesaikan situasi krisis.

“Kami menyambut dengan penuh syukur dan optimisme kabar bahwa sembilan WNI peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla telah dibebaskan dan sedang dalam proses pemulangan ke tanah air,” ujar Dave dalam keterangannya kepada media, Jumat (22/5/2026).

Ia menambahkan, proses pembebasan tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan diplomatik dan kerja sama internasional mampu membuka jalan keluar di tengah kondisi yang penuh tantangan politik dan keamanan.

Dave juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, perwakilan Indonesia di Turki, serta jaringan solidaritas internasional yang turut mengawal proses pembebasan para WNI tersebut.

“Dedikasi dan kerja sama lintas batas ini menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi landasan utama dalam hubungan antarbangsa,” katanya.

Sebagai pimpinan di Komisi I DPR RI, Dave menegaskan pihaknya mendukung penuh langkah diplomasi yang dijalankan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri. Ia menilai perlindungan warga negara di luar negeri membutuhkan diplomasi aktif serta koordinasi internasional yang kuat.

Menurutnya, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa perjuangan kemanusiaan tidak boleh terhenti oleh konflik dan kekerasan.

“Indonesia akan selalu berdiri di garis depan dalam membela nilai-nilai perdamaian, keadilan, dan solidaritas global,” ujarnya.

Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 itu memastikan Komisi I DPR RI akan terus mengawal proses pemulangan hingga seluruh WNI tiba dengan selamat dan dapat kembali beraktivitas di Indonesia.

Saat ini, kesembilan WNI tersebut masih menjalani tahapan pemulangan melalui Turki sebelum diterbangkan kembali ke Indonesia. (Asim)