BERITABUANA.CO, MAKKAH- Jemaah haji diminta mempersiapkan diri dengan baik menjelang pemberangkatan ke puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) yang kurang tiga hari lagi. Jemaah diharapkan membawa keperluan pribadi hingga obat-obatan yang diperlukan.
“Ya, pertama tentu obat-obatan penting. Jemaah dengan obat-obatan pribadi harus dibawa,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Tim Media Center Haji (MCH) 2026 di Wehdah Al Khair Hotel, Makkah, Jumat (22/5/2026) malam.
Wamenhaj juga mengingatkan jemaah agar membawa makanan ringan saat puncak Armuzna nanti. “Kalau punya makanan-makanan kecil, kalau istilah orang Medan supaya ‘ganjal-ganjal perut, supaya enggak lapar kali’, maka bisa dibawa,” ucap Wamenhaj.
Selain makanan dan obat-obatan pribadi, lanjut Wamenhaj, jemaah haji Indonesia juga dapat membawa barang-barang sederhana lainnya yang dibutuhkan. Namun, barang bawaan yang dibawa hendaknya tidak merepotkan.
“Tapi jangan kemudian yang merepotkan karena mereka mobilitasnya akan tinggi,” tutur Wamenhaj.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menyediakan obat-obatan dan makanan saat Armuzna nanti tetapi jemaah bisa tetap membawa asal tidak menyulitkan jemaah sendiri maupun antar jemaah lainnya.
“Jadi yang tadi saya sebutkan makanan dan obat-obatan yang bisa dibawa, dibawa. Walaupun tentu Kementerian akan memaksimalkan kesediaan makanan yang secukupnya di Arafah, di Mina, termasuk di tempat-tempat penting di Armuzna,” jelasnya.
Alat Pelindung Diri
Tidak lupa, Wamenhaj juga mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk membawa alat pelindung diri (APD) dari cuaca panas yang terik sehingga tidak mudah dehidrasi maupun kelelahan saat menjalani puncak ibadah haji di Armuzna.
“Jangan lupa bawa payung, kemudian sunblock, kemudian jangan lupa sendalnya yang digunakan adalah yang nyaman supaya kemudian bisa berjalan kaki dengan nyaman. Barang-barang seperti itu harus disediakan oleh jemaah untuk kesehatan dan untuk kenyamanan para jemaah,” tutupnya. (Fadloli/MCH 2026)







