BERITABUANA.CO, JAKARTA — Upaya memperkuat pembinaan sepak bola nasional dari level akar rumput mulai mendapat dukungan luas. Rencana penyelenggaraan turnamen Piala Presiden yang melibatkan 64 klub Liga 4 dari 38 provinsi dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas pembinaan atlet sekaligus membangun ekosistem olahraga yang lebih merata di Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, mengapresiasi rencana penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia menilai kompetisi yang menghadirkan representasi klub dari berbagai daerah dapat menjadi ruang lahirnya talenta-talenta baru sepak bola nasional.
“Kita patut mengapresiasi rencana penyelenggaraan turnamen sepak bola Piala Presiden dengan melibatkan 64 klub Liga 4 dari 38 provinsi. Rencana ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem olahraga nasional, khususnya pembinaan sepak bola dari akar rumput,” ujar Kurniasih dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu menilai kompetisi sepak bola daerah tidak boleh hanya berhenti sebagai agenda pertandingan semata. Menurut dia, turnamen seperti Piala Presiden juga harus menjadi sarana pembentukan karakter, sportivitas, serta kebanggaan masyarakat terhadap daerah masing-masing.
Ia menegaskan keterlibatan klub-klub lokal dari seluruh provinsi menjadi peluang penting untuk memperkuat semangat persatuan sekaligus membuka akses pembinaan bagi pemain muda potensial dari berbagai wilayah di Indonesia.
Selain aspek kompetisi, Kurniasih menilai penyelenggaraan Piala Presiden perlu dijadikan momentum pembenahan tata kelola sepak bola nasional. Pembinaan usia muda, profesionalisme manajemen klub, pengembangan infrastruktur olahraga, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah disebut menjadi faktor penting yang harus diperkuat secara berkelanjutan.
“Ke depan, kesinambungan program pembinaan perlu dijaga agar talenta yang muncul dari kompetisi daerah dapat memperoleh jalur pengembangan yang jelas dan berkelanjutan,” katanya.
Sebagai anggota Komisi X DPR yang membidangi pendidikan, olahraga, dan kebudayaan, Kurniasih memastikan dukungan terhadap berbagai program yang mendorong pemerataan pembinaan olahraga nasional.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, federasi sepak bola, pemerintah daerah, sekolah, akademi olahraga, hingga masyarakat agar kompetisi seperti Piala Presiden benar-benar memberikan dampak nyata terhadap kemajuan sepak bola Indonesia.
“Kami berharap penyelenggaraan turnamen ini dapat berlangsung profesional, menjunjung tinggi fair play, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda. Dengan pembinaan yang konsisten dan kolaboratif, sepak bola Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang lebih kompetitif di tingkat regional maupun internasional,” pungkasnya. (Ery)







