Optimalkan Perlindungan Jemaah saat Puncak Haji, PPIH Arab Saudi Bentuk Timsus

by
Harun Arrasyid. (Foto: MCH 2026)

BERITABUANA.CO, MAKKAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina untuk mengoptimalkan layanan perlindungan serta pembinaan bagi jamaah haji, khususnya jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah sakit saat puncak haji.

Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman mengatakan bahwa tim khusus Mina beranggotakan personel Perlindungan Jamaah (Linjam) yang berpengalaman karena telah bertugas minimal satu kali pada operasional haji sebelumnya.

“Rekan-rekan ini diberangkatkan pada tanggal 8 Dzulhijjah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. Dengan skema ini, tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jamaah haji tiba,” ujar Harun.

Hal itu disampaikan Harun usai melakukan pengecekan jalur pergerakan dari Mina menuju Jamarat, Minggu (18/5/2026).

Ia lalu memaparkan tugas pokok dari Timsus Mina. Tugas mereka diantaranya meliputi pengawasan, penyambutan, serta pemantauan pergerakan jamaah calon haji yang baru tiba dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqobah.

Selain itu, lanjutnya, mereka juga bersiap menyambut jamaah haji yang mengambil skema murur atau melintas dari Arafah. Fase kedatangan di Mina merupakan waktu yang sangat krusial karena berpotensi memicu kepadatan dan kelelahan fisik yang tinggi.

Terkait pemetaan wilayah maktab, Harun menyebutkan bahwa sebagian besar jamaah haji Indonesia menempati wilayah Zona 3 dan Zona 5 di dekat Terowongan Muaisim. Mereka terbagi ke dalam 61 markas, mulai dari maktab kecil di wilayah bawah hingga maktab besar di wilayah atas.

Sementara itu, untuk skema tanazul atau langsung pulang ke hotel setelah lempar jumrah Aqobah, rencananya akan ditempatkan di Zona 5 dan saat ini masih dalam tahap perumusan final sebelum diumumkan secara serentak.

Lantai Tiga

Demi menjaga kelancaran dan keselamatan pergerakan massa, Harun juga mengeluarkan imbauan penting bagi jamaah haji yang tinggal di tenda Mina agar tidak berpindah lantai saat melakukan prosesi melontar jumrah.

“Bagi jamaah haji yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai 3. Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. Tanyakan kepada petugas di lokasi arah kembali ke tenda, karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim,” tegas Harun.

Jarak perjalanan pulang-pergi dari tenda Mina menuju Jamarat melalui tiga Terowongan Muaisim tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih 4,5 kilometer.

PPIH berharap dengan orientasi jalur yang matang serta kesiapan Timsus Mina, seluruh rangkaian puncak haji dapat berjalan dengan aman, efektif, dan efisien. (Fadloli /MCH 2026)