Teheran Bantah Keras Pernyatan Trump Sedang Membangun Komunikasi Serius dengan Gedung Putih

by
Brigadir Jenderal Mohmmad Jafar Asadi. (Foto: google/Sugmalive-en)

BERITABUANA.CO, TEHERAN – Brigadir Jenderal Mohmmad Jafar Asadi membantah mentah-mentah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang menyebut Iran mulai serius dalam membicarakan negosiasi dengan AS.

Brigadir Jenderal Ja’far Asadi, yang merupakan komandan senior dan wakil inspektur Markas Besar Pusat Khatan al-Anbiya Iran menegaskan, perangnya dengan musuh (AS), adalah perang yang tidak akan pernah usai.

Jenderal Asadi, seperti Asadi dilansir CNN, Sabtu (25/7/2026), menatang militer AS untuk invasi darat.

“Kami memohon kepada Tuhan agar pasukan darat dari tentara agresor Amerika berada dalam posisi di mana kami dapat menghadapi mereka di medan tempur darat,” katanya.

Trump sendiri malah menanggapi dengan berbalik lunak. Mengatakan, ia belum memutuskan apakah akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Alasanya, seperti sudah dibantah mentah-mentah Iran, bahwa Teheran kini semakin “serius” dalam pembicaraan dengan Washington.

“Tidak, saya belum memutuskan,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih pada Jumat (24/7/2026) waktu setempat ketika ditanya apakah ia telah membuat keputusan untuk melancarkan serangan besar-besaran ke Iran.

“Jadi kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya pikir mereka semakin serius seiring berjalannya waktu, mungkin karena alasan yang jelas,” imbuh Trump, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (25/7/2026).

Sebelumnya, Trump dilaporkan sedang ancang-ancang untuk melancarkan serangan besar-besaran terbaru terhadap Iran. Skala operasi militer AS ke Iran ini disebut akan lebih besar dari serangan selama Operation Epic Fury.

Dilansir Middle East Monitor, Jumat (24/7/2026), Trump menyampaikan hal tersebut dalam wawancara terbaru dengan media AS Axios pada Kamis (23/7/2026).

Dalam wawancara itu, Trump mengatakan dirinya hampir mengambil keputusan terkait kemungkinan serangan besar-besaran AS tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa belum ada keputusan final yang dibuat.

Trump juga mengatakan bahwa Israel dapat bergabung dalam operasi terbaru AS itu jika diminta. Namun demikian, Trump menegaskan bahwa AS tidak memerlukan bantuan dari negara lainnya untuk melancarkan operasi militer terbaru terhadap Iran. (Kds)