BERITABUANA.CO, MADINAH – Musrif Diny Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), KH. Cholil Nafis, berharap penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M dapat berjalan lancar meski menghadapi berbagai tantangan, terutama tingginya jumlah jemaah lanjut usia (lansia).
Harapan tersebut disampaikan KH. Cholil Nafis setibanya di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi, Selasa (12/5/2026) pukul 16.30 Waktu Arab Saudi (WAS).
“Harapan saya, mudah-mudahan penyelenggaraan haji ini berjalan dengan lancar karena menyelenggarakan haji ini bukan hal yang mudah karena ada hubungannya dengan negara lain,” ujar Kiai Cholil kepada wartawan yang tergabung dalam Tim Media Center Haji (MCH) 2026 di Madinah.
Menurutnya, tantangan penyelenggaraan haji Indonesia cukup besar karena mayoritas jemaah merupakan lansia, sementara ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang baik. Meski demikian, ia optimistis seluruh proses penyelenggaraan dapat berjalan sesuai rencana.
Kiai Cholil menilai koordinasi yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah bersama pemerintah Arab Saudi telah berjalan baik. Ia juga menyebut skema pelayanan yang disiapkan sudah dirancang lebih ramah terhadap kebutuhan jemaah lansia.
“Saya punya keyakinan dengan dikoordinir oleh Gus Irfan, Kementerian Haji dan Umrah ini berjalan dengan baik karena kita sudah membuat sebuah setting penyelenggaraan ibadah haji yang ramah lansia. Tentu kita harapkan dari semua proses ini menjadi haji mabrur,” ungkapnya.
Bawa Dampak Positif
Selain kelancaran ibadah, Ia berharap para jemaah haji Indonesia dapat membawa dampak positif setelah kembali ke Tanah Air. Menurutnya, predikat haji mabrur tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Setelah pulang membawa haji mabrur bukan hanya pada dirinya, tapi mabrur memberikan kebaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Saya mendoakan mudah-mudahan berjalan dengan lancar,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh tahapan penyelenggaraan haji hingga saat ini masih berjalan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku.
“Melihat dari skema, rencana, prosesnya sudah berjalan baik, on the track, secara syar’i sudah benar, secara peraturan juga sudah benar, koordinasinya pun dengan pemerintah Arab Saudi juga sudah baik. Mudah-mudahan tidak ada hambatan dan berjalan dengan lancar,” tutupnya. (Fadloli/MCH 2026)






