Menhaj Minta Petugas Haji Tak Kendor Layani Jemaah Gelombang Dua di Madinah

by
MEDIA BRIEFING: Menhaj, KH. Mochamad Irfan Yusuf saat memberikan keterangan kepada Tim MCH 2026. FOTO: Muhammaad Umar Fadloli

BERITABUANA.CO, MADINAH- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, KH.Mochamad Irfan Yusuf meminta seluruh petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi untuk tetap menjaga semangat dan tidak mengendurkan pelayanan kepada jemaah haji gelombang kedua yang mulai berdatangan dari Makkah.

Hal tersebut disampaikan Gus Irfan sapaan akrab Menhaj saat memberikan sambutan dalam acara Media Briefing Bersama Tim Media Center Haji (MCH) 2026 di Kantor Daker Madinah, Kamis (4/6/2026).

Gus Irfan menuturkan, meski puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) telah berlalu dan sebagian jemaah telah kembali ke Tanah Air, tugas pelayanan belum selesai.

“Saya sampaikan kepada mereka (petugas) bahwa secara umum apresiasi dari berbagai pihak cukup baik kepada kita selama proses persiapan, keberangkatan maupun sampai dengan selesai Armuzna. Tapi haji belum selesai,” kata Gus Irfan.

“Jadi saya minta kepada semua tim untuk tetap terus menjaga kualitas pelayanan pada Jemaah haji sampai pada tanggal 1 Juli di mana semua jemaah sudah sampai di Indonesia,” sambung Gus Irfan yang pada kesempatan ini ikut didampingi oleh oleh Sekjen Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho, Dirjen Bina Haji Kemenhaj, Puji Rahardjo, Anggota Amirul Hajj KH. Asep S. Chalim dan Prof. Ilfi Nur Diana.

Ia menegaskan, kehadiran petugas sangat dibutuhkan untuk memastikan seluruh proses pelayanan berjalan lancar, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga pendampingan ibadah di Masjid Nabawi.

“Dapur, hotel kita pastikan supaya tidak ada gangguan-gangguan apapun. Saya selalu tekankan kepada semuanya jaga terus penampilan kita, jaga terus performa kita supaya sampai hari terakhir,” ucapnya.

Gus Irfan tidak ingin satu kelalaian membuat semua usaha yang dibangun dalam penyelenggaran haji tahun ini jadi berkurang.

“Misalkan mulai awal sampai hari ke-50 itu bagus tapi ke-55 ada konsumsi yang tidak memenuhi syarat maka yang akan keluar adalah tentang konsumsi yang tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Irfan juga mengingatkan bahwa kondisi fisik jemaah gelombang kedua perlu menjadi perhatian khusus. Setelah menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup menguras tenaga di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, banyak jemaah yang membutuhkan bantuan dan pendampingan lebih intensif selama berada di Madinah.

“Kepada jemaah tentu kita selalu tekankan jaga kesehatan walaupun puncak haji sudah selesai tidak berarti kita bisa lakukan apapun yang kita inginkan tetap kita jaga kesehatan, jaga minuman, jaga makan dan juga jaga kegiatan-kegiatan di luar,” tutupnya. (Fadloli/MCH 2026)