BERITABUANA.CO, MADINAH– Di tengah padatnya aktivitas pelayanan jemaah haji di Masjid Nabawi, Madinah, petugas yang bertugas di Sektor Khusus Nabawi dituntut mampu bekerja secara multitasking. Mereka tidak hanya mengatur arus jemaah menuju Masjid Nabawi, tetapi juga memberikan pelayanan informasi, pendampingan lansia, penanganan jemaah tersesat, hingga membantu komunikasi dengan otoritas setempat.
“Semua dibutuhkan jemaah. Kita di sini menerapkan prinsip multitasking. Siapapun yang berada di situ, apakah tusi Linjam (perlindungan Jemaah), tusi PKP3JH, maupun tusi landis, semuanya sama-sama melayani jemaah. Apakah jemaah tersebut lansia, disabilitas, dan sebagainya,” kata Kepala Sektor Khusus Nabawi, M. Thoriq di Masjid Nabawi, Madinah, Sabtu (9/5).
Thoriq menuturkan, di sektor khusus Nabawi terdapat 5 pos untuk pelayanan jemaah haji. Pos pertama berada di pintu 336. Selanjutnya ada di pintu 328, pintu 310, pintu 365 dan pos terakhir di pintu 360.
“Petugas yang berada di pos-pos terdiri dari tusi linjam, tusi PKP3JH, dan tusi lansia serta disabilitas,” ucapnya.
Ia menyampaikan bahwa petugas bekerja dalam sistem terpadu dengan mengedepankan kecepatan layanan dan pendekatan humanis kepada jemaah. Menurutnya, petugas juga aktif memberikan edukasi agar jemaah memahami kondisi cuaca, kepadatan area sekitar masjid, serta pentingnya menjaga kesehatan selama beribadah.
Tidak sedikit petugas yang harus bergerak cepat ketika menemukan jemaah yang terpisah dari rombongan. Dengan kemampuan komunikasi dan koordinasi yang baik, petugas berusaha memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan optimal.
“Permasalahan seperti jemaah tersasar, lupa jalan pulang, kemudian pisah rombongan, alhamdulillah sudah berkurang. Namun yang kita waspadai adalah jemaah yang saat pendorongan masih ada yang nekat ke Masjid Nabawi. Kemudian setelah itu yang bersangkutan lupa jalan pulang. Nah, ini yang menjadi problem sebenarnya, tetapi sejauh ini persoalan tersebut sangat minimalis,” Ucap Thoriq saat menjawab pertanyaan Tim MCH terkait pemasalahn yang ditemui dilapangan.
Meski menghadapi berbagai tantangan, para petugas tetap menjalankan tugas dengan semangat pelayanan. Mereka berharap kehadiran petugas Indonesia di kawasan Nabawi dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah. (Fadloli/ Media Center Haji 2026)







