Sigap! Tim Seksus Masjidil Haram Antar Jemaah Kembali ke Hotel Usai Terpisah dari Rombongan

by
Tim Seksus Masjidil Haram Bantu Jemaah Haji Tertinggal Rombongan. FOTO: Media Center Haji 2026

BERITABUANA.CO, MAKKAH– Kehadiran Sektor Khusus (Seksus) Masjidil Haram menjadi bukti bahwa PPIH Arab Saudi tidak hanya fokus pada layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi, tetapi juga memberikan pendampingan langsung bagi jemaah yang mengalami kendala di lapangan.

Pendampingan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, mulai dari penelusuran identitas jemaah hingga pengantaran kembali ke kloter masing-masing melalui terminal bus yang telah ditentukan.

Berdasarkan pantauan Tim Media Center Haji (MCH) pada Rabu (6/5/2026) pagi, ribuan jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, memadati Masjidil Haram. Sebagian melaksanakan umrah wajib, sementara lainnya menjalankan salat sunnah. Ada juga yang sekadar ingin menikmati suasana Tana Suci.

Di tengah kepadatan tersebut, sejumlah jemaah dilaporkan terpisah dari rombongan dan kebingungan mencari arah kembali ke hotel.

Menerima laporan itu, tim Seksus langsung bergerak cepat memberikan bantuan dan pendampingan. “Pagi ini kami didatangi jemaah yang melaporkan kehilangan rombongan. Ada juga yang ketinggalan barang. Semuanya sudah kami tangani,” ujar anggota Tim Seksus Masjidil Haram, dr. Irwan Mustafa.

Menurut Irwan, tim sengaja disebar di berbagai titik strategis agar mudah dijangkau jemaah yang membutuhkan bantuan. “Petugas menyebar,” ujarnya.

Kementerian Haji dan Umrah RI melaporkan, pada Selasa (5/5/2026) terdapat 6.260 jemaah dari 16 kelompok terbang (kloter) yang tiba di Makkah. Mereka berasal dari sejumlah embarkasi, antara lain Yogyakarta, Kertajati, Padang, Medan, Solo, Surabaya, Lombok, dan Balikpapan.

Dengan tambahan tersebut, total jemaah haji Indonesia yang berada di Makkah mencapai 30.328 orang dari 77 kloter.

Sementara itu, secara statistik, jumlah jemaah lanjut usia (lansia) Indonesia pada musim haji 2026/1447 H mencapai sekitar 44.000 orang. Adapun total jemaah berisiko tinggi, termasuk lansia dan penderita komorbid, tercatat sebanyak 177.253 orang dari total 203.320 kuota reguler.

PPIH Arab Saudi Daker Makkah pun menetapkan jadwal khusus pelaksanaan umrah wajib bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, serta mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi.

Umrah dijadwalkan pada pagi dan malam hari guna menghindari suhu panas ekstrem pada siang hari yang berpotensi membahayakan kondisi jemaah. (Fadloli/Media Center Haji 2026).