Kedatangan Jemaah Gelombang 1 di Madinah Segera Berakhir, Petugas Siap Sambut Gelombang 2 di Jeddah

by
Kedatangan Jemaah Haji di Bandara Madinah. (Foto MCH 2026)

BERITABUANA.CO, MADINAH- Fase kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama di Madinah segera berakhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kini mulai mempersiapkan penyambutan jemaah gelombang kedua yang akan mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Hingga 5 Mei pukul 06.00 WAS, sebanyak 230 kloter telah mendarat dengan total jemaah mencapai 89.377 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19.315  jemaah merupakan kategori lansia.

Kepala Daker (Kadaker) Bandara, Abdul Basir mengatakan kedatangan di Madinah sendiri akan terus berlangsung hingga 7 Mei dini hari sebelum dialihkan sepenuhnya ke Jeddah.

“Untuk gelombang kedua kita sudah mulai persiapkan. Nanti ada dua regu yang akan kita berangkatkan lebih awal ke Jeddah untuk menerima kedatangan jemaah haji kita pada tanggal 7 Mei pukul 06.00 pagi,” ujar Abdul Basir di Madinah, Senin (4/5/2026).

“Rencananya jemaah pertama yang mendarat dari kloter LOP 12,” sambung Basir.

Terkait skema kedatangan, Ia menyebut pola pembagian jalur masih sama dengan sebelumnya. Jalur Fast Track akan tersedia di Gate A dan Gate B, sementara jalur reguler berada di Gate D dan E.

Meski begitu, petugas tetap fleksibel melihat kondisi kepadatan lalu lintas penerbangan di bandara.

Relatif Ringan

Menariknya, Basir menyebut medan tugas di Jeddah relatif lebih ringan bagi petugas dibandingkan Madinah. Area tugas dari Gate A hingga E berjarak sekitar 800 meter dengan kontur jalan yang rata, berbeda dengan Madinah yang jaraknya bisa mencapai 1 kilometer lebih dengan kondisi jalan naik-turun.

“Insya Allah lebih nyaman buat petugas. Kita juga di sana nanti didukung dengan mobil golf, ada 3 unit yang kita sewa. Ini untuk mobilitas teman-teman petugas sekaligus membantu mengantar jemaah haji lansia,” katanya.

Perbedaan besar pada gelombang kedua ini adalah status ihram jemaah. Jika di Madinah jemaah tiba dengan pakaian biasa, di Jeddah jemaah sudah harus mengenakan ihram sejak dari embarkasi di tanah air.

“Mereka turun dari pesawat itu sudah kondisi berihram dan harusnya sudah berniat umrah sejak di Yalamlam. Petugas pembimbing ibadah nanti yang akan mengingatkan kembali kepada jemaah untuk berniat dan mengecek kembali syarat sahnya berihram,” tutup Basir. (Fadloli/MCH 2026)