Kloter Awal Bersiap Pulang ke Tanah Air, Koper Jemaah Haji Indonesia Diperiksa Ketat

by
Pemeriksaan Koper Jemaah Haji. (Foto: MCH 2026)

BERITABUANA. CO, JAKARTA – Jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) SUB 01 sampai 04 mulai bersiap meninggalkan Arab Saudi dan kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji 1447 H/2026 M.

Menjelang kepulangan jemaah, petugas melakukan pengawasan ketat terhadap proses penimbangan koper bagasi guna memastikan seluruh barang bawaan sesuai ketentuan penerbangan. Berat koper bagasi maksimal 32 kilogram.

Zulkarnain, Petugas Tusi Transportasi Sektor 1 mengatakan pengawasan penimbangan koper dilakukan sejak dini hari untuk jemaah yang dijadwalkan terbang pada 1 Juni 2026 pukul 03.00 waktu setempat untuk SUB-01.

“Jemaah akan melakukan proses check-out dari hotel pada sore hari sebelum diberangkatkan menuju bandara. Jemaah SUB-01 sebanyak 360 orang,” ujar Zulkarnain saat memantau proses penimbangan koper di hotel 101 yang ada di kawasan Syisah, Makkah.

Ia menegaskan, setiap koper bagasi maksimal berbobot 32 kilogram dan tidak diperbolehkan membawa cairan, termasuk air zamzam, di dalam koper yang akan masuk bagasi pesawat.

Petugas terus memberikan sosialisasi kepada jemaah agar mematuhi aturan tersebut demi memperlancar proses pemeriksaan dan keberangkatan menuju Indonesia.

Kloter SUB 01 yang berasal dari Kabupaten Probolinggo awalnya berjumlah 380 jemaah. Namun, satu jemaah dilaporkan meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji, sementara satu jemaah lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan menunggu hasil pemeriksaan kesehatan untuk bisa dipulangkan bersama kloternya.

Meski demikian, sebagian besar jemaah telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dan kini fokus mempersiapkan kepulangan ke kampung halaman masing-masing.

Pelayanan Sangat Baik

Salah seorang jemaah Kloter SUB 01 yang merupakan ketua rombongan 6, Miftahul Arifin mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Menurutnya, pelayanan yang diberikan pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi berjalan sangat baik, mulai dari pelaksanaan wukuf di Arafah hingga layanan selama berada di Mina.

“Alhamdulillah, pelayanan sangat bagus. Wukuf di Arafah berjalan lancar. Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan Arab Saudi karena pelayanan sangat memuaskan. Tidak ada kekurangan makanan, tempat wukuf nyaman, dan pelayanan di Mina juga sangat baik,” katanya.

Ia menilai koordinasi petugas haji berjalan optimal sehingga jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan tenang, khusyuk, dan nyaman.
“Bahkan menurut saya, pelaksanaan haji tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Kami sangat senang dan bersyukur bisa menjalankan ibadah haji dengan khusyuk dan menyenangkan,” ujarnya.

Miftahul juga mengingatkan sesama jemaah untuk mematuhi seluruh aturan bagasi yang telah ditetapkan. Ia memastikan koper miliknya telah dipersiapkan sesuai ketentuan tanpa membawa air zamzam atau barang terlarang lainnya.

“Kami packing koper sesuai aturan, tidak membawa zamzam dalam koper. Kita harus menjaga aturan dan menjaga nama baik rombongan,” tuturnya.

Selain koper bagasi dengan batas maksimal 32 kilogram, jemaah hanya diperbolehkan membawa koper kabin maksimal 7 kilogram serta tas paspor yang menjadi perlengkapan wajib selama perjalanan.

Dengan dimulainya gelombang kepulangan jemaah haji Indonesia, petugas berharap seluruh proses pemulangan berjalan lancar, aman, dan tertib hingga seluruh jemaah kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air. (Fadloli/MCH 2026)