Ingatkan Jemaah Tak Asal Sewa Kursi Roda, Kadaker Makkah: Gunakan Layanan Resmi yang Berizin

by
Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal. (Foto: MCH 2026)

BERITABUANA.CO, MAKKAH – Pelaksanaan umrah wajib bagi jemaah haji lansia kini semakin tertata dengan hadirnya manajemen ketat pendorongan kursi roda di Masjidil Haram. Pemerintah Indonesia secara khusus membentuk Seksi Layanan Jemaah Lansia dan Disabilitas (Landis) untuk menjamin keamanan ibadah kelompok rentan tersebut.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Ihsan Faisal, menekankan bahwa skema pelayanan terpadu ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di Tanah Suci. Seluruh kebutuhan kursi roda akan dikoordinasikan secara sistematis melalui laporan ketua kloter dari sektor pemukiman hingga terminal bus shalawat.

Demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan saat beribadah, jemaah dilarang keras menggunakan jasa pendorong liar (ilegal) yang tidak mengenakan atribut resmi. Aparat keamanan setempat saat ini tengah menggencarkan razia super ketat untuk menyapu bersih pendorong ilegal di seluruh kawasan Masjidil Haram.

“Khawatirnya nanti ketika para jemaah didorong oleh petugas tidak resmi, itu pernah ada kejadian akhirnya ditinggalkan di tengah-tengah ibadah,” imbuhnya.

Gunakan Rompi

Ia menuturkan, insiden penelantaran yang traumatik ini biasanya terjadi saat pendorong ilegal lari saat melihat kedatangan petugas Askar Arab Saudi. Guna mencegah kepanikan tersebut, petugas Daker Makkah hanya akan menghubungkan jemaah dengan pendorong yang menggunakan rompi dan izin resmi.

Bagi jemaah yang awalnya merasa sanggup berjalan namun mendadak kehabisan tenaga di pertengahan tawaf, mereka diminta tidak perlu cemas. Ratusan petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah disebar membaur di berbagai titik strategis Masjidil Haram untuk memberikan pertolongan darurat.

“Bisa langsung menghubungi atau kontak dengan para petugas kami di lapangan untuk dicarikan petugas pendorong yang resmi,” tutup Ihsan. (Fadloli)