BERITABUANA.CO, MADINAH – Proses pergeseran jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah berjalan dengan lancar. Sebanyak, 445 Jemaah emarkasi KJT berhasil diakomodir dengan baik memasuki bus selanjutnya berangkat ke Bir Ali untuk mengambil Miqot dilanjutkan ke Makkah.
“Proses pendorongan jemaah dari Madinah ke Makkah itu kita sudah siapkan 8 jam sebelum keberangkatan, tas jemaah sudah berada di depan kamar masing-masing,” ujar Ketua Sektor 2 Daerah Kerja (Daker) Madinah, Iskandar Mahyudin disela-sela pergeseran Jemaah, Sabtu (2/5/2026).
Iskandar menuturkan, manajemen koper dan barang bawaan jemaah menjadi prioritas utama petugas agar jemaah, khususnya lansia, tidak perlu repot memikirkan beban bawaan dan bisa fokus pada ibadah.
“Tiga jam, empat jam sebelum keberangkatan, tas akan diturunkan oleh petugas Umal dan dimasukkan di dalam bus. Ketika nanti tas sudah kita sweeping dan apabila masih ada yang ketinggalan, maka kita akan susulkan ke kloter berikutnya,” jelasnya.
Sinergi yang kuat antara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dengan pihak syarikah dan perhotelan terbukti mampu menghadirkan solusi super cepat di lapangan, termasuk saat ada jemaah yang tertinggal karena ke toilet.
“Alhamdulillah syarikahnya bekerja sama baik dengan kita, memerintahkan supir untuk kembali. Setiap kepergian pendorongan, syarikah dan kita itu duduk bersama membicarakan kemungkinan yang terjadi dan segera kita antisipasi,” tegas Iskandar.
Sebagai langkah edukasi agar perjalanan jemaah hingga fase kepulangan ke Tanah Air nanti tetap nyaman dan tidak terkendala aturan penerbangan, petugas juga terus mengingatkan jemaah terkait manajemen bagasi.
“Kita imbau kepada semua jemaah agar jangan terlalu banyak untuk berbelanja dahulu, karena dikhawatirkan nanti tasnya akan melebihi kapasitas yang ada disiapkan oleh maskapai,”tutupnya. (Fadloli)







