BERITABUANA.CO, JAKARTA — Ajang pencarian bibit atlet padel usia muda mulai digencarkan seiring berkembangnya olahraga tersebut di Indonesia. Salah satunya melalui Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 yang digelar di Crown Padel, Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, pada 29–30 Agustus 2026.
Turnamen yang diinisiasi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Andre Rosiade, itu diikuti hampir 200 peserta dari lima kelompok usia, yakni U10, U12, U14, U16, dan U18.
Selain menjadi wadah kompetisi bagi atlet junior, turnamen tersebut mendapat apresiasi dari Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI). Kejuaraan ini dinilai dapat menjadi salah satu sarana pemantauan dan pencarian atlet muda potensial yang diproyeksikan memperkuat Indonesia di ajang internasional.
Ketua PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita mengatakan penyelenggaraan kompetisi junior dibutuhkan untuk memperluas basis atlet sekaligus menemukan pemain yang memiliki potensi untuk dikembangkan ke level yang lebih tinggi.
Apalagi, menurut Galih, Indonesia dalam waktu dekat akan menghadapi Junior Asia Cup atau Piala Asia Junior. Karena itu, turnamen seperti Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 dinilai memiliki arti penting dalam proses seleksi atlet.
“Karena kami butuh (penyelenggaraan turnamen). Dan tadi, karena bentar lagi kita Junior Asia Cup, Piala Asia Junior, ini menjadi suatu ajang yang sangat penting,” kata Galih di sela penyelenggaraan turnamen di Crown Padel, Alam Sutera, Tangerang Selatan, Sabtu (29/8/2026).
Galih bahkan membuka kemungkinan sejumlah peserta turnamen tersebut dipanggil untuk mengikuti kejuaraan junior tingkat Asia.
“Dan saya yakin betul bahwa ada yang akan saya panggil (dari Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 untuk ikut kejuaraan junior Asia),” ujarnya.
Andre Rosiade mengatakan penyelenggaraan Youth Series merupakan bagian dari komitmennya membantu PBPI mengembangkan olahraga padel, terutama dalam membangun pembinaan atlet sejak usia dini.
Menurut Andre, penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bagian dari program PBPI sekaligus tindak lanjut arahan Ketua Umum PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita.
“Hari ini kita mengadakan Youth Series ini dalam rangka, ini melaksanakan perintahnya Pak Ketum PBPI, Pak Galih, bahwa kami diminta untuk melaksanakan Youth Series ini,” kata Andre.
Andre mengatakan setiap peserta dalam turnamen tersebut akan memperoleh poin PBPI. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu proses pemetaan kemampuan atlet junior sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi pemain muda.
“Ini bagian dari programnya PBPI di mana seluruh peserta nanti akan mendapatkan poin dari PBPI dan ini komitmen kami, Rosiade Padel Club, untuk mengembangkan padel ini membantu PBPI,” ujarnya.
Andre juga berharap olahraga padel tidak hanya berkembang sebagai olahraga yang dimainkan kelompok tertentu, tetapi dapat semakin dikenal dan diakses masyarakat luas.
“Dan harapannya kami itu tadi, olahraga padel ini bisa jadi olahraga rakyat di mana seluruh lapisan masyarakat bisa ikut serta,” kata dia.
Pendaftaran Gratis
Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 diikuti hampir 200 peserta. Mereka berkompetisi berdasarkan kelompok usia U10, U12, U14, U16, dan U18.
Andre mengatakan peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran. Panitia juga menyediakan sarapan dan makan siang secara gratis bagi peserta.
“Pesertanya hampir 200 ya, karena ini dibatasin ya. Dan ini free registration, jadi gratis pendaftarannya. Lalu dapat sarapan pagi gratis dan juga dapat makan siang gratis,” ujar Andre.
Menurut Andre, tingginya minat peserta menunjukkan bahwa padel mulai mendapatkan perhatian dari kalangan keluarga dan anak muda.
Ia menilai perkembangan tersebut menjadi peluang untuk memperluas pembinaan olahraga padel di Indonesia. Kompetisi usia muda, kata dia, menjadi bagian penting agar pertumbuhan olahraga tersebut diikuti dengan munculnya atlet-atlet berprestasi.
Kesempatan aama, Galih mengapresiasi konsistensi Andre dalam mendukung perkembangan olahraga padel di Indonesia. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan turnamen akan membantu PBPI memperluas ekosistem kompetisi dan pembinaan atlet.
“Saya harus terima kasih lah kepada Bang Andre yang sudah bertahun-tahun, kanan-kiri olahraga, sekarang masuk olahraga yang memang baru dan bisa menjadi salah satu kebanggaan baru negara,” kata Galih.
Ia menilai keberadaan turnamen junior seperti Rosiade Padel Tournament Youth Series dapat memberikan manfaat langsung bagi pembinaan atlet, terutama karena PBPI membutuhkan kompetisi yang mampu mempertemukan dan memantau pemain dari berbagai daerah serta kelompok usia.
Dengan adanya kompetisi yang berlangsung secara rutin, proses pencarian dan pembinaan talenta muda diharapkan tidak berhenti pada satu turnamen. Atlet yang menunjukkan performa terbaik dapat terus dipantau dan dikembangkan melalui program pembinaan PBPI.
Bagi Indonesia, momentum pertumbuhan popularitas padel menjadi peluang untuk membangun fondasi prestasi sejak usia dini. Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 menjadi salah satu upaya yang diarahkan tidak hanya untuk memeriahkan perkembangan olahraga tersebut, tetapi juga menemukan pemain muda yang berpotensi membawa nama Indonesia di level Asia dan internasional. (Ery)







