May Day 2026, Presiden Bakal Hadiri Peringatan Hari Buruh dan Berikan Pidato Khusus

by
Demo buruh tolak Omnibus Law RUU Ciptaker.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam acara peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), yang akan digelar di Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, pada hari ini, Jumat (1/5/2026) pagi. Dalam kegiatan yang bakal dipenuhi ratusan ribu buruh itu, Presiden akan memberikan pidato sekaligus menjawab tuntutan kalangan buruh seperti sudah disuarakan selama ini.

Dalam keterangannya seperti dikutip Jumat, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus ketua panitia May Day 2026, Andi Gani Nena Wea, mengatakan, sebanyak 400.000 buruh akan mengikuti acara itu. Presiden Prabowo dijadwalkan hadir dalam acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut.

Nantinya, Presiden menyapa massa buruh dilanjutkan menaiki panggung.
Bersama Presiden, dan pimpinan buruh lainnya, seluruh peserta May Day akan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan orasi dari para presiden serikat buruh. Sebanyak 25 presiden serikat buruh dijadwalkan hadir pada peringatan May Day di Monas. Dilanjutkan dengan sambutan Presiden.

Kemudian, Presiden bersama 25 pimpinan buruh akan menyanyikan lagu perjuangan buruh internasional.

Karena agenda May Day 2026 bertepatan dengan hari Jumat, panitia penyelenggara menyiapkan tempat untuk ibadah shalat Jumat di lokasi.

Sebelumnya, Andi Gani menyebut Presiden Prabowo akan menyampaikan sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan buruh, termasuk isu ojek online dan ratifikasi konvensi organisasi perburuhan internasional (ILO) untuk perlindungan dan kesejahteraan buruh dalam agenda May Day.

“Biarlah Bapak Presiden yang menyampaikan. Akan menyampaikan ada hubungan kaitan ojek online, ada ratifikasi ILO, dan ada beberapa kebijakan yang akan beliau sampaikan untuk kesejahteraan buruh,” katanya dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026).

Sementara itu, arus lalu lintas Jakarta, khususnya sekitar Monas, Jakarta Pusat, diprediksi padat pada peringatan Hari Buruh 2026. Namun, rekayasa lalu lintas bersifat situasional, baru akan diberlakukan ketika arus lalu lintas sudah padat.

“Kalau arus itu masih padat merayap, masih lambat mengantre, ini kan tidak perlu ada pengalihan arus,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, kepada pers, di Silang Timur Monas, Kamis (30/4/2026). (OSC).