BERITABUANA.CO, MAKKAH – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh jemaah Indonesia yang berada di Makkah mendapatkan fasilitas ‘Bus Shalawat’ selama 24 jam.
Operasional Bus Shalawat ini disediakan secara merata dan menjangkau 21 rute yang tersebar di lima wilayah akomodasi utama jemaah. Sebanyak 452 unit bus disediakan.
Kebijakan sapu bersih ini merupakan inisiatif pemerintah Indonesia untuk mempermudah pergerakan jemaah. Fasilitas tetap diberikan meskipun penginapan jemaah berada di bawah radius minimal dua kilometer dari Masjidil Haram.
“Sesuai ketentuan Kerajaan Arab Saudi, jemaah yang jaraknya 2.000 meter itu wajib diberikan transportasi, namun pemerintah Indonesia memberikan kebijakan seluruh akomodasi diberikan transportasi,” ujar Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman.
Ia menjelaskan, setiap kendaraan yang digunakan wajib memenuhi kriteria kelayakan jalan dengan usia operasional maksimal lima tahun.
Dalam kesempatan itu, Syarif menambahkan, pengaturan ritme keberangkatan bus disesuaikan langsung dengan dinamika pergerakan jemaah setiap harinya. Misalanya, menjelang waktu salat fardu, petugas akan menambah jumlah armada yang standby di halte-halte sekitar hotel.
“Bus-bus itu beroperasi dari jam 00.00 sampai jam 00.00 kembali, jadi satuannya adalah hari, bukan putaran,” jelas Syarif.
Untuk jemaah haji yang ingin menuju Masjidil Haram akan difasilitasi melalui tiga titik pemberhentian akhir, yakni Terminal Jiad, Jabal Ka’bah, dan Syib Amir. Terminal tersebut ditetapkan berdasarkan wilayah keberangkatan asal jemaah untuk menghindari kemacetan. (Fadloli)







