PNM Digi Nasabah Jadi Ekosistem Digital untuk Dorong UMKM Naik Kelas

by
Ilustrasi

BERITABUANA.CO, JAKARTA — PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat transformasi digital untuk mendukung pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro. Melalui aplikasi PNM Digi Nasabah, perusahaan menghadirkan berbagai layanan terintegrasi yang memungkinkan nasabah mengakses informasi pembiayaan, kebutuhan sehari-hari, hingga pelatihan usaha dalam satu platform digital.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya PNM menjawab kebutuhan jutaan nasabah Mekaar yang membutuhkan layanan cepat, praktis, dan mudah diakses di tengah aktivitas usaha serta tanggung jawab mengelola ekonomi keluarga.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi PNM, Yusron Avivi, mengatakan PNM Digi Nasabah tidak hanya dikembangkan sebagai aplikasi layanan keuangan, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan yang memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses dan manfaat bagi masyarakat ultra mikro.

“PNM Digi Nasabah kami rancang sebagai ekosistem digital yang sederhana, mudah digunakan, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari nasabah. Mulai dari akses informasi pembiayaan, pembelajaran, transaksi kebutuhan dasar, hingga program pemberdayaan. Kami percaya bahwa ketika teknologi dibuat lebih dekat dan mudah dijangkau, maka manfaatnya akan semakin besar dalam membantu nasabah naik kelas,” kata Yusron, di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat memantau berbagai informasi pembiayaan secara mandiri. Fitur yang tersedia memungkinkan pengguna melihat riwayat transaksi, memeriksa status kelompok, hingga menerima notifikasi terkait angsuran dan jadwal Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM). Kemudahan ini diharapkan dapat membantu nasabah mengelola kewajiban pembiayaan secara lebih tertib dan terencana.

PNM juga menghadirkan fitur Warung Mekaar yang memungkinkan nasabah membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga kompetitif melalui proses transaksi yang sederhana. Kehadiran layanan ini dinilai mampu membantu rumah tangga prasejahtera menekan pengeluaran sekaligus menjaga keberlanjutan usaha yang dijalankan.

Selain layanan transaksi, aplikasi tersebut menyediakan Portal Nasabah yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran digital. Melalui fitur ini, nasabah dapat mengakses beragam materi pelatihan, edukasi kewirausahaan, dan pengembangan keterampilan secara fleksibel tanpa dibatasi lokasi maupun waktu.

Akses terhadap layanan digital lainnya juga diperluas melalui fitur pembelian pulsa, paket data, dan token listrik. Menurut PNM, layanan tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan konektivitas masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi digital, baik untuk aktivitas usaha maupun kebutuhan keluarga.

Untuk meningkatkan partisipasi pengguna, PNM menghadirkan program Digi Poin. Nasabah dapat mengumpulkan poin dari berbagai aktivitas dalam aplikasi dan memanfaatkannya di dalam ekosistem layanan PNM Digi.

Tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, aplikasi ini juga mengakomodasi program pemberdayaan berbasis lingkungan melalui fitur Kembangs. Program tersebut mendorong nasabah untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah kertas, plastik, dan material lainnya yang sudah tidak digunakan sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung kesadaran lingkungan.

PNM menyadari bahwa sebagian besar nasabah Mekaar masih berada dalam tahap peningkatan literasi digital. Karena itu, aplikasi dirancang dengan tampilan yang sederhana dan mudah dipahami agar dapat digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk nasabah yang baru mengenal layanan digital.

Yusron menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak semata-mata diukur dari jumlah pengguna atau banyaknya fitur yang tersedia, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan kemudahan akses layanan, meningkatkan literasi digital, serta membuka lebih banyak peluang bagi nasabah PNM Mekaar untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujarnya.

Melalui PNM Digi Nasabah, PNM berupaya mengintegrasikan pembiayaan, edukasi, transaksi, dan pemberdayaan dalam satu ekosistem digital. Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan bagi pelaku usaha ultra mikro sekaligus mendorong peningkatan kapasitas ekonomi keluarga secara berkelanjutan. (Ery)