Harga BBM Subsidi Tak Naik pada 2026, Legislator Golkar Apresiasi Keputusan Pemerintah

by
Antrean kendaraan roda dua di sebuah SPBU (Ilustrasi/Foto: Antara )

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada 2026, sebuah langkah yang dinilai krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih berlanjut.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, mulai dari fluktuasi harga energi hingga perlambatan pertumbuhan global, kebijakan ini dipandang sebagai bantalan penting bagi masyarakat dan pelaku usaha. Stabilitas harga BBM subsidi diyakini mampu meredam lonjakan biaya produksi dan distribusi, sekaligus menjaga daya beli masyarakat yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Gde Sumarjaya Linggih, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga harga energi tetap terjangkau. Dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026), ia menilai kepastian tersebut memberikan ruang bagi dunia usaha untuk menyusun perencanaan bisnis secara lebih terukur.

“Stabilitas harga energi menjadi faktor kunci dalam menjaga efisiensi biaya logistik dan produksi. Ini penting agar daya saing industri nasional tetap terjaga,” ujar politikus yang akrab disapa Demer itu.

Ia menambahkan, kebijakan menahan harga BBM subsidi juga berperan dalam melindungi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menahan tekanan inflasi, serta menjaga konsumsi domestik tetap kuat. Konsumsi rumah tangga selama ini menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah tetap melakukan penyesuaian pada harga BBM non-subsidi sebagai bagian dari strategi menjaga keseimbangan energi nasional. Menurut Demer, langkah ini relatif minim dampak sosial karena BBM non-subsidi lebih banyak dikonsumsi oleh kelompok masyarakat menengah ke atas.

Apresiasi juga diberikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, atas upaya menjaga ketersediaan energi nasional. Mulai dari penguatan cadangan pasokan hingga pengelolaan impor energi dinilai menjadi langkah penting dalam menghadapi tekanan global.

Demer menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan kementerian teknis menjadi kunci untuk memastikan energi tetap terjangkau tanpa mengorbankan ketahanan sektor industri.

Dengan arah kebijakan yang konsisten, stabilitas harga energi diharapkan tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya pulih. (Asim)