BERITABUANA.CO, JAKARTA – Persoalan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) telah selesai. Seperti apa hasil akhirnya, Badan Pengelola (BP) BUMN menyatakan segera diumumkan kepada publik dalam waktu dekat.
Dalam keterangannya kepada pers, seperti dikutip Rabu (8/4/2026), Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyampaikan proses penyelesaian utang Whoosh telah mencapai tahap final. Hasil akhir itu dicapai setelah dilakukan pembahasan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
“Whoosh juga segera selesai dengan Pak Menkeu. Dalam pekan depan, atau dua pekan lagi, saya dan Pak Menkeu akan ketemu. Juga ketemu dengan teman-teman wartawan, dengan Pak Menkeu untuk menyampaikan penyelesaian dari Whoosh. Sudah final ya,” kata Chief Operating Officer (COO) Danantara itu, kepada wartawan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Seluruh kajian terkait restrukturisasi utang telah diselesaikan dan telah dicapai kesepakatan antara pihak terkait. Saat ini, proses tinggal memasuki tahap formal seperti penandatanganan dokumen, yang nantinya juga akan diinformasikan secara terbuka.
Pemerintah berfokus pada penyelesaian masalah secara menyeluruh tanpa memperdebatkan penyebab masa lalu. Upaya tersebut diarahkan untuk memperbaiki kesehatan perusahaan BUMN serta memperkuat tata kelola ke depan.
Mengenai operasional, dipastikan pengelolaan kereta cepat Jakarta-Bandung itu, tetap berada di PT Kereta Api Indonesia (KAI). Terkait struktur kepemilikan dan pendanaan akan dijelaskan lebih lanjut saat pengumuman resmi.
Satu hal lagi, layanan kepada masyarakat tidak akan terganggu, bahkan diharapkan semakin baik setelah adanya kejelasan struktur pendanaan proyek kereta cepat tersebut.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa keputusan terkait penyelesaian restrukturisasi utang WOOSH telah ditetapkan, namun belum dapat diumumkan secara rinci karena melibatkan berbagai pihak.
Purbaya memastikan seluruh keputusan sudah final dan tinggal menunggu waktu untuk disampaikan kepada publik. Pokoknya sudah putus. Sudah selesai cuma tinggal formalitasnya.
“Saya belum bisa umumkan karena bukan saya sendiri yang terlibat nanti akan diumumkan. Sudah clear itu seperti apa nanti pengelolaannya,” urai Purbaya Yudhi Sadewa. (Osc).







