BERITABUANA.CO, SUMBAWA — Pemerintah pusat bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang meluluhlantakkan permukiman warga di Dusun Po, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan menyiapkan bantuan darurat hingga rencana pembangunan ulang rumah layak huni bagi korban terdampak.
Di tengah puing-puing bangunan yang hangus dan warga yang masih berupaya bangkit dari trauma, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) H. Fahri Hamzah turun langsung ke lokasi, Jumat (3/4/2026), untuk memastikan penanganan berjalan cepat sekaligus memberikan dukungan moril kepada para korban.
Dalam kunjungannya, Fahri menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp1 juta kepada 31 kepala keluarga (KK) yang kehilangan rumah, serta Rp500 ribu bagi 21 KK yang mengalami kerusakan ringan. Bantuan tersebut diberikan secara langsung sebagai bentuk kepedulian pribadi, setelah sebelumnya ia juga menyalurkan bantuan awal senilai Rp25 juta untuk penanganan darurat pascakebakaran.
“Ini bentuk kepedulian agar masyarakat bisa segera bangkit. Kami ingin memastikan mereka tidak sendiri menghadapi musibah ini,” ujar Fahri di hadapan warga.
Tak hanya bantuan jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan jangka panjang melalui pembangunan kembali rumah warga dengan standar layak huni. Seluruh rumah yang terbakar akan dibangun dengan tipe minimal 36, dengan estimasi anggaran sekitar Rp50 juta per unit.
“Rumah warga akan kita bangun kembali. Anggarannya sudah tersedia, tinggal menunggu desain dari instansi terkait. Kami pastikan masyarakat bisa kembali tinggal dengan aman dan layak,” kata Fahri.
Proses perencanaan saat ini tengah difinalisasi oleh pemerintah daerah. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PRKP) Sumbawa, melalui Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), Alwan Patawari, menyebut desain rumah sedang disesuaikan dengan kondisi lokal.
“Begitu desain rampung, pembangunan akan segera dimulai. Targetnya, warga dapat menempati rumah baru dalam waktu tidak terlalu lama,” ujarnya.
Pemerintah juga menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi mencakup penataan kawasan secara menyeluruh. Infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, hingga jaringan utilitas akan dibangun dalam satu paket terpadu.
“Kami ingin menghadirkan kawasan yang lebih tertata, dengan fasilitas dasar yang memadai. Ini bukan sekadar membangun ulang rumah, tetapi membangun lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan,” kata Fahri.
Selain itu, sistem kelistrikan di kawasan terdampak akan dirancang ulang guna meminimalkan risiko kebakaran di masa depan. Pemerintah menargetkan kawasan tersebut dapat menjadi percontohan permukiman tangguh bencana di wilayah Sumbawa.
Optimis Tak Makan Waktu Lama
Wamen Fahri optimistis proses perencanaan hingga pembangunan tidak akan memakan waktu lama, mengingat koordinasi lintas pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten telah berjalan.
“Insya Allah dalam waktu dekat desain selesai, sehingga pembangunan bisa segera dimulai,” ujarnya.
Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait, termasuk perwakilan BPBD, kepolisian, serta organisasi perangkat daerah lainnya. Kehadiran pemerintah di lokasi diharapkan dapat mempercepat pemulihan sekaligus memberi kepastian bagi warga untuk kembali menata kehidupan mereka.
“Kami tidak hanya hadir hari ini. Kami akan terus mendampingi hingga masyarakat benar-benar pulih dan hidup lebih baik dari sebelumnya,” demikian Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 tersebut. (Ery)







