BERITABUANA.CO, JAKARTA – Maskapai penerbangan Citilink resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam mendukung upaya nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya di sektor transportasi udara.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro dan Kepala
BNN RI Suyudi Ario Seto, disaksikan oleh jajaran manajemen kedua belah pihak. “Kerja sama ini mencakup penguatan edukasi dan sosialisasi bahaya narkotika, dukungan terhadap kampanye nasional P4GN, serta implementasi program ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Bandar Udara Bersih Narkoba) sebagai langkah konkret menciptakan lingkungan bandar udara yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” kata Darsito dalam keterangan persnya diterima beritabuana.co di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Selain itu, lanjut Darsito, kerja sama ini juga menitikberatkan pada penguatan pengawasan terhadap lalu lintas orang dan barang melalui penerbangan domestik dan internasional sebagai bagian dari upaya pencegahan peredaran gelap narkotika, serta pertukaran informasi yang relevan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi udara yang aman, terpercaya dan berintegritas. “Sebagai bagian dari ekosistem transportasi nasional, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan operasional berjalan sesuai prinsip keselamatan dan kepatuhan hukum,” ujar Darsito, seraya menegaskan kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat budaya perusahaan yang bersih dari narkotika.
Sementara itu, Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menegaskan sinergi BNN dengan Citilink adalah wujud nyata kehadiran Negara dalam membangun benteng pertahanan yang kokoh untuk mencegah peredaran gelap narkotika di sektor transportasi udara. “Kita berkomitmen penuh untuk menciptakan sistem transportasi serta lingkungan kerja korporasi yang bersih, profesional, dan berintegritas tinggi,” ujarnya.
“Melalui langkah strategis ini, kita memastikan bahwa setiap elemen bangsa turut berkontribusi aktif dalam mengakselerasi pemberantasan narkoba sekaligus memperkuat struktur birokrasi yang tahan terhadap intervensi extraordinary crime,” tukas Suyudi.
Melalui kerja sama ini, tambahnya, kedua pihak berkomitmen untuk menjalankan program secara berkelanjutan dan terukur, sebagai bagian dari kontribusi terhadap terciptanya lingkungan kerja yang sehat serta sistem transportasi udara yang aman dan bebas dari penyalahgunaan
narkotika. (Yus)







