Antisipsi Dinamika Keamanan Timteng, Kemenhaj Perkuat Koordinasi dengan Kemlu

by
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. FOTO: Screenshoot Instagram @dahnil_anzar_simanjuntak

BERITABUANA.CO,JAKARTA– Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) terus mengantisipasi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah (Timteng) dengan memperkuat koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) guna memastikan keselamatan jemaah umrah serta kesiapan penyelenggaraan haji 2026.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah.

“Kami memastikan negara hadir. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan seluruh pihak terkait untuk memastikan jemaah dapat kembali dengan aman, tegas Wamenhaj, Selasa (3/3/2026).

Sebagai langkah antisipatif, lanjutnya, Kemenhaj telah mengimbau penundaan keberangkatan umrah dalam waktu dekat dengan mempertimbangkan eskalasi situasi serta hasil koordinasi lintas kementerian.

Ia mengungkapkan, hingga penutupan musim umrah pada April mendatang, tercatat lebih dari 43 ribu calon jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat pada periode Maret–April.

“Kami mengimbau calon jemaah umrah untuk menunda keberangkatan sementara waktu. Langkah ini diambil semata-mata demi keselamatan dan perlindungan jemaah,” ujarnya.

untuk mendukung proses kepulangan jemaah, Kemenhaj menyiapkan dua skema, yakni meminta penambahan armada Garuda Indonesia selama periode Ramadan serta menyiapkan penyesuaian skenario penerbangan apabila eskalasi situasi meningkat.

“Kami menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Jika diperlukan, akan ada penambahan armada dan penyesuaian rute agar jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman dan tepat waktu,” tambahnya.

Diketahui, sebagian jemaah telah kembali ke Tanah Air, sementara lainnya masih menunggu kepastian penerbangan, khususnya yang menggunakan maskapai transit. Saat ini tercatat sebanyak 7.782 jemaah sudah kembali ke Tanah Air, pada 28 Februari sampai 2 Maret 2026. (Fadloli)