Menkop Umumkan Sudah Terbangun Seribu Kopdes Merah Putih, Target 2026 Selesai 80 Ribu

by
Koperasi Merah Putih Desa. (Ilustrasi/Foto: Ist)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengumumkan progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dari target 80 ribu unit, kini telah mencapai 1.000 unit yang selesai dibangun.

Dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin, Menkop Ferry Juliantono mengatakan hingga Februari 2026 jumlah Kopdes Merah Putih yang sedang dalam proses pembangunan hampir 20 ribu unit, dengan progres fisik rata-rata mencapai 20 persen.

“Asumsinya kalau sekarang 20 persen, pada Mei nanti sudah selesai 100 persen dibangun 20 ribu unit lagi,” katanya.

Pembangunan Kopdes Merah Putih membutuhkan persiapan matang agar koperasi yang dibangun dapat segera beroperasi optimal. Persiapannya mencakup sistem manajemen, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta dukungan teknis lainnya agar koperasi bisa langsung berjalan begitu selesai dibangun.

Setelah target 20 ribu unit rampung pada pertengahan tahun, pemerintah akan melanjutkan pembangunan gelombang berikutnya. Jumlahnya puluhan ribu unit tambahan hingga mencapai 80 ribu unit pada akhir 2026.

Dalam keterangannya pada 23 Januari 2026, Ferry Juliantoro menyatakan sebanyak 27 ribu Kopdes Merah Putih ditargetkan siap beroperasi pada April 2026. Jumlah tersebut menjadi tahap pertama dari target pembangunan 80 ribu unit.

“Jadi nanti bertahap dan seperti yang disampaikan oleh Presiden nanti akan mencapai 80 ribu koperasi di akhir tahun ini,” katanya lagi.

Seperti diketahui program pembangunan 80 ribu Kopdes Merah Putih secara resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. Harapannya, koperasi ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat kemandirian masyarakat, sekaligus mewujudkan pemerataan ekonomi nasional.

Pendanaan program ini melibatkan APBN, APBD, Dana Desa, serta dukungan BUMN, khususnya PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang ditugaskan membangun gerai, gudang, dan sarana logistik koperasi.

Nantinya, setiap unit koperasi akan mendapatkan plafon Rp3 miliar. Dari situ sebanyak Rp2,5 miliar dialokasikan untuk investasi capital expenditure (capex) berupa pembangunan fisik dan kelengkapan operasional, sedangkan Rp500 juta sisanya untuk biaya operasional (opex).

Rencananya, infrastruktur yang dibangun mencakup tujuh gerai wajib: kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang berpendingin atau cold storage, serta sarana logistik.

Pembangunan koperasi desa ini mengukuhkan tekad pemerintah untuk memberdayakan masyarakat, agar mandiri secara ekonomi, dan meraih kemakmuran bersama. (Osc).