Pemerintah Luncurkan Stimulus Diskon Transportasi, Menkeu Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,6 Persen

by
Potongan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara sebesar 50% di 37 bandara kelolaan InJouney Airports. (ist)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada perekonomian Indonesia. Berkat stimulus diskon transportasi yang diluncurkan pemerintah pada periode libur Hari Besar Nasional Idulfitri 2026, ia optimistis mampu mengerek pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 persen pada kuartal I-2026.

“Kami kasih diskon itu agar menggeret perekonomian,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Stimulus itu merupakan kelanjutan dari insentif HBN sebelumnya yang menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian.

Seperti pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat hingga 5,39 persen.

“Kalau pertumbuhan ekonomi kuartal I proyeksinya 5,6 persen kira-kira,” tutur Menkeu Purbaya lagi.

Pemerintah menyiapkan kebijakan insentif ekonomi berupa diskon tarif transportasi pada periode libur Idulfitri 2026 dengan nilai Rp911,16 miliar, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun non-APBN.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/2/2026), merinci untuk moda kereta api, pemerintah memberikan diskon tarif senilai 30 persen dari harga tiket PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI.

Catat ya, diskon ini berlaku untuk perjalanan periode 14 sampai 29 Maret 2026, dengan target 1,2 juta penumpang.

Untuk moda transportasi laut, diskonnya 30 persen dari tarif dasar tiket oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni. Ini berlaku untuk periode 11 Maret hingga 5 April dengan target 445 ribu penumpang.

Satu lagi, untuk tiket angkutan penyeberangan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), diskon tarif berlaku sebesar 100 persen untuk komponen jasa kepelabuhanan. Diskon berlaku pada periode 12 sampai 31 Maret dengan target 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.

Lalu, untuk angkutan udara, pemerintah menyiapkan diskon tarif sebesar 17 persen hingga 18 persen untuk kelas ekonomi. Diskon perjalanan dalam negeri sepanjang periode 14 sampai 29 Maret 2026 itu, ditargetkan menyasar 3,3 juta penumpang. (Osc).